Peran Pembiayaan Pasar Modal Melebihi Perbankan

IMG_20141112_195403

Peran pasar modal kita telah melebihi pembiayaan dari perbankan. Perkembangan pasar modal Indonesia selama 5 tahun terakhir telah menunjukkan kenaikan. Sepanjang 2014 pertumbuhan IHSG mencapai 18%, yang merupakan salah satu yang terbaik di indonesia. Lebih dari Singapura dan Malaysia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad. Menurutnya,  kapitalisasi pasar telah tercatat Rp5.033 triliun, hampir mencapai 55% dari GDP Indonesia tahun 2013.

"Meskipun tumbuh signifikan rasio yang kita miliki masih terbilang kecil. Lalu jumlah emiten kita bertumbuh 5% pertahun. Meskipun masih lebih rendah dibanding negara lain, namun pertumbuhan emiten kita tertinggi di ASEAN. Perkembangan pasar modal tersebut tidak diikuti dengan pertumbuhan jumlah investor dan peningkatan investasi investor," ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki OJK, investor di Indonesia masih kurang dari 400 ribu. Jika dibandingkan dengan kelas menengah di Indonesia yaitu 134 juta jiwa, investor masih sangat kecil, yaitu 0,3%. Oleh karena itu, investor asing masih menguasai hampir 60% kepemilikan di pasar modal kita. Peningkatan jumlah para investor lokal perlu terus ditingkatkan.

"Peningkatan pasar modal di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan peningkatan literasi di Indonesia. Baru sekitar 22% masyarakat indonesia yang benar-benar paham dengan industri keuangan," ungkap Muliaman.

Dari survei ini terungkap bahwa investasi dari perbankan masih mendominasi, tapi pengetahuan akan produk yang di pasar modal masih sangat rendah. Bank dunia sudah melakukan penelitian, bahwa jumlah kelas menengah di Indonesia 2010 mencapai 56% dari jumlah penduduk. Pada tahun 2012, jumlah kelompok menengah telah berubah 134 juta jiwa.

Masyarakat kelas menengah memiliki pilihan investasi di dalam hidup. Tetapi di sisi lain mereka masih memiliki pengetahuan yang minim untuk memiliki investasi di pasar modal. "Pasar modal Indonesia masih memiliki cukup ruangan untuk berkembang," dia menambahkan.

Sekadar informasi pasar modal di Indonesia telah lahir sejak abad ke 19  tahun 1912 dengan didirikan Bursa Efek di Batavia. Perjalanannya mengalami pasang surut sejak akhir zaman kependudukan Belanda. Pada tanggal 10 Agustus 1977 pasar modal diaktifkan kembali hingga sekarang  telah berusia 37 tahun sejak diaktifkan kembali. Pasar modal Indonesia telah berkembang menjadi altternatif sumber pembiayaan dalam mendukung pembangunan nasional. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)