5 Langkah Sebelum Mengambil Pinjaman untuk UMKM

Penawaran pinjaman untuk UMKM dari perusahaan fintech

Kekurangan modal menjadi salah satu masalah yang dirasakan sebagian besar pemilik usaha. Hal ini dapat melambat laju pertumbuhan usaha.

Mengumpulkan modal sedikit demi sedikit membutuhkan waktu yang lama. Apalagi jika ada momen yang pas untuk membuka cabang atau peluncuran produk baru, menunggu modal bisa menyebabkan hilangnya kesempatan.

Meminjam modal usaha dari bank mungkin menjadi solusi terbaik. Tetapi, di sisi lain ada risiko yang mau tidak mau harus ditanggung peminjam.

Saat memutuskan untuk mengambil pinjaman,  maka kita berkewajiban untuk melunasinya. Pihak bank tidak akan melihat apakah kita mempunyai uang atau tidak. Sedangkan seperti yang kita ketahui, bisnis selalu mengalami kenaikan dan penurunan. 

Oleh karenanya, ada hal – hal yang perlu disiapkan sebelum mengambil pinjaman untuk usaha. Perencana keuangan Finansialku.com, Yosephine, CFP® menjelaskan 5 langkah yang perlu pemilik usaha lakukan sebelum meminjam dana.

  1. Persiapan usaha

Untuk yang baru mulai usaha, dapat mempersiapkan segala hal yang diperlukan. Seperti, produk atau jasa yang akan dijual, distribusi, marketing, dan aspek lain yang menyangkut dengan operasional bisnis.

Jika sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkannya, pemilik usaha pun perlu membuat perencanaannya. Seperti lokasi, promosi, perkiraan biaya uji coba produk, dan sebagainya. Dengan melakukan persiapan, pemilik usaha akan memiliki gambaran seperti apa rencana usaha kedepannya.

  1. Memisahkan keuangan pribadi dan usaha

Banyak dijumpai pemilik usaha yang tidak membedakan antara keuangan pribadi dan usaha. Kebiasaan ini akan menyulitkan pemilik usaha saat ingin meminjam uang ke bank. Pasalnya, jika keuangannya digabung, keuangan bisnis tidak akan terpantau dengan jelas. Padahal pihak bank atau lembaga pemberi pinjaman biasanya akan memantau bagaimana track record keuangan usahanya. Dari sana pihak pemberi pinjaman akan memutuskan apakah permohonan pinjaman diterima atau ditolak.

Memisahkan keuangan pribadi dan usaha sebenarnya cukup mudah. Pemilik hanya perlu membuat rekening khusus untuk usaha. Lalu bagaimana jika sudah terlanjur? Segera pisahkan sekarang juga dan lihat catatan keuangan untuk mengetahui berapa banyak pengeluaran untuk bisnis dan berapa pengeluaran pribadi.

  1. Buat proyeksi arus kas

Bagi yang baru memulai usaha dan ingin meminjam modal, maka proyeksi arus kas atau cashflow projection ini sangat penting dilakukan. Proyeksi arus kas adalah perkiraan atau gambaran pemasukan dan pengeluaran yang mungkin didapatkan dari usaha tersebut. Dengan proyeksi arus kas, pemilik usaha dapat membuat skenario arus kas per bulannya. Dari proyeksi arus kas pemilik usaha akan mendapatkan gambaran target omset, harga pokok penjualan, biaya operasional dan biaya lain-lain, sehingga dapat memprediksi berapa keuntungan kotor (gross profit) dan keuntungan bersih (nett profit). Dari keuntungan bersih bisa dihitung berapa lama bisnis akan balik modal, hal ini penting baik bagi pemilik bisnis, investor maupun pihak-pihak yang terkait lainnya. 

  1. Ketahui sumber pinjaman

Ada banyak sumber pinjaman yang dapat memberikan pinjaman usaha. Mulai dari saudara, teman, bank, dan lembaga keuangan lainnya. Prosedurnya pun beragam, ada yang tanpa bunga, dengan bunga atau bahkan menggadaikan harta benda. Pemilik usaha harus menentukan mana sumber pinjaman terbaik. Hal yang tak kalah penting adalah membaca seluruh syarat dan ketentuan yang diberikan pihak pemberi pinjaman. Jangan sampai mengalami kerugian di masa depan hanya karena tidak teliti dalam membaca peraturan pinjaman.

  1. Lakukan simulasi pinjaman usaha

Jika sebelumnya kita sudah membuat proyeksi arus kas, maka selanjutnya buatlah simulasi pinjaman usaha. Serupa dengan proyeksi arus kas, kita pun membutuhkan prediksi pinjaman agar dapat mengetahui kemampuan kita dalam melunasinya. 

Caranya, tentukan berapa dana yang berasal dari dana kita sendiri, dana investor atau pinjaman usaha. Jika berasal dari pinjaman usaha, maka perlu diketahui berapa lama tenor/jangka waktu pinjaman, bunga yang dibebankan, cicilan tiap bulan, sehingga bisa melihat mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi arus kas usaha saat ini.Jika ternyata usaha menghasilkan laba yang lebih dari yang diperkirakan maka bisa saja kita melakukan pelunasan sewaktu-waktu sehingga pinjaman bisa lebih cepat lunas. (Mutiara Ramadhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)