Acset Optimistis Saham Perdananya Oversubcribed 2 Kali

Perusahaan jasa konstruksi, PT Acset Indonusa Tbk. optimistis saham perdananya bakal terserap habis oleh investor. Bahkan ditargetkan akan mengalami kelebihan permintaan (oversubcribed) sebanyak lebih dari dua kali.

Sikap optimistis ini didukung oleh fundamental yang kuat dan prospek bisnis perseroan yang menjanjikan. "Diperkirakan saham Acset akan oversubcribed lebih dari 2 kali,” kata Direktur Keuangan Acset,  Agustinus Hambadi, di Jakarta, Jumat (14/6).

Penawaran saham perdana Acset mulai dilaksanakan hari ini, Jumat (14/6), Senin (17/6), Selasa (18/6). Sebelumnya sudah dilakukan masa penawaran awal yaitu sejak tanggal 21 Mei hingga 3 Juni 2013.

Masa penjatahan akan berlangsung pada 20 Juni 2013 mendatang dan distribusi saham secara elektronik pada 21 Juni 2013. Saham berkode ACSET ini diperkirakan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Juni 2013.

Harga saham perdana Acset ditawarkan sebesar Rp 2.500 per lembar. Agustinus mengatakan, harga tersebut Price Earning Ratio (PE ratio) nya sebanyak 13,9 kali. Hingga saat ini pembeli saham Acset lebih didominasi oleh investor domestik, yakni mencapai 83%, retail 2%, sisanya diserap investor asing.

Acset melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah 150 juta lembar, atau 30% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum dengan harga penawaran sebesar Rp 2.500 per saham. Bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) adalah PT Kim Eng Securities.

Dana segar yang bakal diperoleh perseroan sebesar Rp 385 miliar dari hasil penawaran umum perdana sahamnya ini. Dana hasil IPO ini akan digunakan, sekitar 57,7% untuk modal kerja dan 30% untuk pembayaran utang kepada PT Bank International Indonesia (BII), dan sisanya sekitar 12,50% akan dialokasikan perseroan untuk belanja modal.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 12 Juni lalu menetapkan saham Acset sebagai efek syariah sehingga masuk dalam Daftar Efek Syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, menyebutkan, penetapan itu sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan PT Acset Indonusa Tbk.

Acset merupakan perusahaan jasa pondasi dan konstruksi. Proyek perseroan yang paling notable yakni Pacific Place, Jakarta, yang dikerjakan dalam waktu yang singkat yakni 18 bulan. Proyek-proyek lain yang menjadi milestone perseroan antara lain Gandaria City dan Kota Kasablanka. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)