Alasan di Balik Aksi Jasa Marga Tawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I

Perusahaan yang telah berpengalaman selama 35 tahun sebagai operator jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, berencana melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Seri S. Obligasi yang terbagi menjadi empat seri itu akan digunakan perseroan untuk sejumlah keperluan. Salah satunya adalah untuk pelunasan obligasi perseroan yang telah diterbitkan sebelumnya.

jasa marga

Kepada media, di Jakarta, Senin (2/9/2013), Adityawarman, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, berujar, “Masa penawaran awal dilakukan tanggal 2-13 September 2013. Setelah itu, kami harapkan sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan tanggal 23 September. Sehingga masa penawaran umum dapat dimulai pada tanggal 25-26 September,” ujar Adityawarman.

Penjatahan obligasi direncanakan pada tanggal 27 September. Setelah itu, dilakukan distribusi obligasi secara elektronik pada tanggal 1 Oktober. Dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan tanggal 2 Oktober. Perseroan pun telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, dan sebagai wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk, serta agen pembayaran yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Iman Rachman, Direktur PT Mandiri Sekuritas, pun menyebutkan, berdasarkan yield Obligasi Pemerintah Republik Indonesia per tanggal 30 Agustus 2013, indikasi kisaran kupon seri A dengan tenor satu tahun sebesar 8,14-9,33 persen. Kupon seri B dengan tenor tiga tahun sebesar 8,73-9,92 persen. Kupon seri C yang bertenor lima tahun sebesar 8,88-10,07 persen. Dan, kupon seri D dengan tenor sepuluh tahun sebesar 9,07-10,07 persen.

Iman mengutarakan, sebagian besar investor yang berinvestasi di obligasi biasanya adalah investor domestik. "Tapi, tak menutup kemungkinan adanya investor-investor di luar domestik yang berinvestasi di obligasi Jasa Marga ini," kata dia, mengingat kantor Mandiri Sekuritas juga ada di luar Indonesia.

Adityawarman pun mengatakan, total nilai emisi mencapai Rp 5,95 triliun. Dan untuk Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Seri S ini, nilai obligasi sebanyak-banyaknya Rp 2,1 triliun. “Dari Rp 2,1 triliun, sebesar sekitar Rp 1,7 triliun dalam rangka kami melunasi kewajiban obligasi yang sudah kami terbitkan beberapa tahun sebelumnya," lanjut dia.

Secara persentase, penggunaan dana untuk pelunasan obligasi itu sebanyak 84,36 persen. Di mana obligasi perseroan yang akan dilunasi mencakup tiga seri obligasi yang semuanya akan jatuh tempo pada kuartal IV tahun ini.

Sisa dana, yakni sekitar 7,48 persen untuk kegiatan pengembangan usaha, dan 8,16 persen untuk modal kerja perseroan. Dia menyebutkan, “Sisanya ada dua kegiatan utama, yaitu bagaimana melakukan (pengembangan) untuk anak usaha, dan meningkatkan kapasitas jalan tol yang sudah beroperasi.”

Mengenai pengembangan usaha, perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi sebagai bentuk penyertaan modal untuk pembebasan lahan dan konstruksi melalui tiga anak usaha, yakni PT Marga Nujyasumo Agung (MNA), PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ), dan PT Margabumi Adhikarya (MBAR). Sebagai informasi, MNA mempunyai konsesi untuk ruas tol Surabaya-Mojokerto, MLJ untuk ruas tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W2 Utara, dan MBAR untuk ruas tol Gempol-Pandaan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)