Mario Singh: Perekonomian Indonesia Perlu Cermati Investor Asing

Semakin terbukanya suatu negara maka semakin rentan pula ekonomi negara tersebut dari fluktuasi valuta asing utama dunia. Mario Singh, seorang Forex Trader sekaligus mentor/coach di bidang pasar uang dan valuta asing, menekankan bahwa agar tidak berdampak pada kepincangan keadaan ekonomi negara tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna menyeimbangkan aktivitas perdagangan ekonominya, yakni peningkatan besarnya investasi, proses globalisasi, kemajuan teknologi dan perkembangan lembaga-lembaga keuangan yang bukan dealer.

mario singh

Ditambah lagi dengan dibekali pengetahuan dan teknik yang tepat, maka pergerakan valuta asing tersebut, sebagai refleksi pergerakan ekonomi dan politik dunia, dapat dimanfaatkan untuk menguatkan program ekonomi dan keuangan suatu Negara. Dan terhadap implementasinya di Indonesia, berikut adalah penuturan singkat Mario kepada reporter SWA Online, Fardil Khaidi pada acara Tea Time with Mario Singh di Hotel JW Marriott Jakarta :

Bagaimana Anda melihat secara general iklim keuangan Indonesia terhadap negara – negara lain?

Indonesia sedang dalam prospek yang bagus, meskipun untuk beberapa aspek akan ada pelemahan di sana. Namun, yang perlu dicermati adalah bagaimana posisi ekonomi Indonesia dibanding dengan dunia.Saya mencatat, ada beberapa komparasi yang bisa menentukan bagaimana keadaan keuangan Indonesia kelak.

Amerika misalnya, ditengah keadaan ekonomi dunia yang memburuk yang salah satunya tercermin dari kinerja emerging market di Euro Zone yang menurun, kendati demikian, Amerika mencatatkan pertumbuhan PDB (Pendapatan Domestik Bruto) yang sangat maju dibandingkan dengan negara – negara maju lainnya. Sementara itu Europe secara general, hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 0.2% yang mana jauh dari ekspektasi sebelumnya. Begitu juga dengan Jepang dan Australia, agak mengalami resesi sedikit. Dan perlu diperhatikan juga China memberikan indikasi akan adanya pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Masalahnya adalah, yang menjadi acuan negara – negara berkembang seperti Indonesia, jika keuangan Amerika tumbuh, maka dunia akan mengikuti. Implikasinya terhadap Indonesia, sebagian besar aliran modal akan balik ke negara tersebut. Namun. saya perkirakan akumulasi dari FDI (Foreign Direct Investment) dengan DDI (Domestic Direct Investment) tidak akan beranjak dari $120 triliun, atau artinya tetap seimbang.

Bagaimana dengan nilai tukarRrupiah sendiri terhadap valuta asing ke depan?

Saya perkirakan akan ada pelemahan sedikit. Paling tidak pada titik Rp 12.250 – 12.500 terhadap US$. Hal ini dikarenakan oleh lambatnya pertumbuhan ekonomi jika diakumulasikan lima tahun ke belakang. Tercatat pertumbuhan hanya berada pada level 5.1. Namun ini adalah tantangan tersendiri yang harus dihadapi Indonesia, karena pada dasarnya perlu upaya menjaga nilai rupiah agar tidak terlalu lemah sehingga non-IDR bonds tetap akan menarik. Karena yield atas bonds tidak tergerus oleh tingkat pelemahan IDR. Dengan demikian diharapkan foreign direct investment (FDI) akan tertarik untuk datang.

Bicara soal aktivitas perdagangan di Indonesia yang akan tejadi ke depan seiring dengan bertambahnya intensitas dari aktivitas tersebut, menurut Anda apa langkah yang perlu dilakukan?

Ada dua cara, yakni ada dua cara yakni, meningkatkan investasi asing. Kedua, meningkatkan ekspor yang mana keduanya saling berkaitan, Adapun di atas dua hal tersebut perlu adanya upaya dari pemerintahan untuk mensupport itu, yakni dengan perbaikan infrastruktur dan upaya peningkatan PDB, yang dalam konteks ini saya mencatat Indonesia akan bergerak menuju angka 7%.

Sektor apa saja yang perlu diberikan stimulus guna meningkatkan PDB menuju angka 7% tersebut?

Dilihat dari potensi Indonesia sendiri, saya mencatat ada lima sektor, yakni financial, banking, coal mining, maritime, dan agribisnis. Tiga bidang terakhir sangat terkait dengan keberadaan infrastruktur yang memadai.

Apakah ada kaitannya dengan kenaikan BBM?

Untuk menilai hal ini akan memiliki implikasi positif dalam jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek akan ada gejolak sedikit. Dalam jangka panjang kebijakan pengurangan subsidi, dibarengi dengan berbagai kebijakan fiscal dan moneter lainnya, akan dapat memperkuat neraca perdagangan maupun pembayaran kita. Pengalihan subsidi ke bidang-bidang lain akan membuka kesempatan investasi ke sektor lain seperti infrastruktur dan industry maritime. Hal ini akan menimbulkan peluang-peluang investasi yang menarik bagi investor dalam maupun luar negeri

Untuk sektor perbankan apa yang perlu diperbaiki?

Ada dua hal, yang pertama peningkatan NPL (Non Performing Loan) sehingga bank akan lebih bijaksana meminjamkan dananya. Karena pada dasarnya, tidak ada pinjaman, ekonomi akan lemah.

Yang kedua, sektor harus dilindungi oleh corporate hedging sebesar 60%. Kenapa ini penting,sebagai contoh saja industri oil and gas. Karena saat pelemahan rupiah terjadi dan ada banyak merusahaan yang ingin mengimpor minyak, maka perusahaan tersebut mengeluarkan banyak rupiah. Jadi untuk melindungi laba dari perusahaan, maka harus melakukan hedging contract di pasar valas / forex market. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)