Apa Akibatnya Jika Kartu Kredit Sering Dipakai Tarik Tunai?

Pernahkah Anda mendengar atau mencoba tarik tunai dengan kartu kredit? Ya, kartu kredit tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran ‘tinggal gesek’ saja karena kartu kredit juga menyediakan fasilitas tarik tunai.

Tindakan tarik tunai dengan kartu kredit ini dikenal dengan cash advance. Fitur tersebut sangat memudahkan nasabah terutama ketika berada dalam situasi terdesak dan butuh dana darurat. 

Prosesnya sama seperti mengambil uang di mesin ATM. Namun, jika Anda melakukan tarik tunai di ATM, maka saldo tabungan yang akan berkurang. Sedangkan jika tarik tunai dilakukan dari kartu kredit, maka jumlah utang atau tagihan yang akan bertambah.

Adapun, jumlah yang bisa ditarik tunai umumnya sekitar 40-60% dari limit kredit yang tersedia. Hampir sama dengan pinjaman dari bank.

Menurut Perencana Keuangan Finansialku.com, Maryadi Santana, CFP®, QWP®, sebelum melakukan tarik tunai dengan kartu kredit, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal berikut:

Bunga

Sama dengan bentuk pinjaman lainnya, tarik tunai dari kartu kredit akan disertai bunga yang harus dibayarkan oleh penggunanya.

Besarannya berbeda dari setiap perusahaan penerbit kartu kredit, mulai dari 2,25% per bulan. Hitungannya dimulai sejak tanggal pembukuan transaksi tarik tunai hingga tanggal dilakukan pembayaran secara penuh.

Biaya

Setiap melakukan satu kali transaksi, akan ada biaya tambahan. Umumnya, penerbit kartu kredit mengenakan biaya sekitar 3-6% per transaksi atau ada nilai minimum yang sudah ditentukan, mana yang lebih tinggi.

Masing-masing penerbit bisa menetapkan aturan yang berbeda, umumnya mulai dari Rp 50.000 per transaksi.

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya bahwa tarik tunai dengan kartu kredit memang dapat memberikan kemudahan. Namun jika dilakukan terlalu sering, akan ada bahaya yang menghantui.

Biaya Bertumpuk

Sudah terkena bunga, masih ada biaya dari setiap transaksinya. Ketika tidak membayar secara penuh tagihannya, akan ada bunga harian. Jika Anda terlambat membayar maka akan dikenakan biaya keterlambatan.

Kredit Macet

Meskipun mudah dilakukan, tapi jika Anda tidak bisa melunasi tagihan, maka siap-siap menghadapi pembayaran yang tidak lancar.

Hal ini akan mempengaruhi status kredit kamu menjadi macet dan masuk daftar hitam Bank Indonesia.

Cash Flow yang Berantakan

Bukan tidak mungkin cash flow keuangan Anda akan berantakan jika terus memanfaatkan fasilitas ini.

Sebab, beban pengeluaran akan bertambah dari tagihan kartu kredit. Apalagi jika penghasilan kamu ternyata jadi minus setelah di kurangi pengeluaran.

Setelah mengetahui kemudahan kartu kredit, Anda harus bijak dan jangan sampai kartu kredit mempersulit keuangan Anda. Lebih baik, atur kembali keuangan dengan baik agar terhindar dari berbagai masalah lainnya. ( Regine Deanaendra)

Artikel ini diproduksi oleh finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)