Asuransi Syariah untuk Dana Pendidikan

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap anak. Maka dari itu, hampir semua orang tua akan melakukan yang terbaik untuk pendidikan anak.

Inflasi yang cukup besar sekitar 10 – 15% per tahun untuk biaya sekolah di Indonesia, mengharuskan orang tua memutar otak untuk mencari cara agar anaknya bisa terus bersekolah.

Ada beragam strategi untuk mengumpulkan dana pendidikan anak. Misalnya, mencari pekerjaan tambahan, membuka bisnis sampingan, dan ada juga yang mengalokasikan uangnya ke berbagai produk keuangan. 

Produk keuangan seperti investasi, tabungan atau asuransi dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin memastikan buah hatinya mendapatkan pendidikan.

Bagi orang tua yang menganut konsep keuangan syariah bingung produk keuangan apa yang bisa dipilih. Jangan khawatir, perencana keuangan Finansialku.com Harryka Joddy, CFP® mengatakan bahwa kini sudah ada banyak penawaran menarik soal asuransi syariah yang dapat menjadi opsi pilihan.

Sebelumnya, ada tips – tips mempersiapkan pendidikan anak menurut Joddy, sebagai berikut:

  1. Sesuaikan jumlah dana dengan target pendidikan

Tujuan orang tua mengambil asuransi pendidikan anak adalah supaya saat anak masuk sekolah orang tua telah memiliki dana simpanan yang cukup untuk membayar uang sekolah.

Maka, orang tua perlu melakukan beberapa hal. Pertama, tentukan pilihan sekolah anak agar orang tua bisa mengetahui berapa besaran biayanya. Kedua, cari informasi soal kenaikan biaya sekolah, misalnya 10% per tahun. Dari sana kemudian orang tua bisa menghitung berapaq jumlah uang yang dibutuhkan.

  1. Hitung estimasi periode menabung

Setelah mengetahui target dana yang dibutuhkan, selanjutnya orang tua juga harus mengetahui berapa lama waktu untuk mempersiapkan itu semua. Semakin lama waktunya, akan semakin baik karena dana tersebut bisa dicicil.

  1. Pilih produk keuangan yang tepat

Dengan jumlah dana dan periode yang telah diketahui, orang tua tinggal memilih kendaraan yang tepat untuk mencapai tujuan dana pendidikan anak. Salah satunya adalah asuransi. Namun, pelajari kekurangan dan kelebihan dari produk-produk tersebut, konsultasikan dengan pakar perencana keuangan yang professional agar tidak salah dalam menentukan produk yang akan diambil.

Asuransi pada dasarnya merupakan produk perlindungan, yang berperan sebagai proteksi pada saat tertimpa masalah kehidupan. Dengan perkembangan produk asuransi yang memiliki investasi di dalamnya seperti dalam produk unit link, banyak yang beranggapan bahwa akan ada perlindungan pasti terhadap biaya pendidikan dari anak-anak kita. Faktanya ada potensi – potensi yang menyebabkan asuransi tersebut bisa saja tidak berjalan sesuai rencana. Dalam memilih asuransi pendidikan syariah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, diantaranya:

  1. Asuransi memiliki banyak biaya (ujrah)

Di dalam produk asuransi baik konvensional maupun syariah, akan memakan banyak biaya atau dalam bahasa syariah adalah ujrah. Biaya ini disebabkan oleh produk utama nya adalah perlindungan, sehingga setiap perlindungan yang diambil akan dikenakan biaya, semakin banyak perlindungan yang diambil akan semakin besar pula biayanya. Dengan ada potongan biaya akan menyebabkan hasil investasi akan menjadi tidak maksimal.

  1. Berapa uang pertanggungan asuransi

Dalam polis asuransi pendidikan anak, risiko yang diproteksi merupakan musibah bagi pencari nafkah, yaitu orang tua yang tidak bisa membiayai uang sekolah. Adanya asuransi pendidikan ini mampu membuat kelanjutan sekolah anak menjadi terjamin karena ada perusahaan asuransi yang melanjutkan memberikan nafkah apabila risiko tersebut terjadi.

Jumlah yang ditanggung perusahaan asuransi jika terjadi risiko terefleksi dalam uang pertanggungan. Dana yang akan dibayarkan jika tertanggung dalam polis asuransi mengalami musibah. Asuransi pendidikan yang bagus memberikan proteksi uang pertanggungan yang memadai. Anda dapat melihatnya di dalam buku polis asuransi pendidikan soal jumlah uang pertanggungan (UP).

  1. Hasil yang kurang maksimal

Banyak kasus dalam asuransi unit link yang setelah bayar 5 tahun begitu cek hasil investasi ternyata malah berkurang dari premi yang dibayarkan. Kasus ini biasanya disebabkan karena tidak membaca klausul – klausul yang tercantum didalam proposal penawaran asuransi. Biaya yang sering muncul diawal (rata-rata 5 tahun awal) disebut biaya akuisisi, ini merupakan biaya yang diambil untuk perusahaan asuransi membiayai operasional dari penjualan produk tersebut. Dengan ada nya potongan biaya akuisisi ini di awal, akan menyebabkan hasil investasi terlihat tidak maksimal bahkan di bawah dari jumlah uang yang sudah disetor.

  1. Hati – hati terhadap agen asuransi

Penting untuk diingat orang tua saat memilih asuransi adalah “trust but verify”.

Artinya semua info soal asuransi untuk anak yang disampaikan agen asuransi sebisa mungkin diverifikasi atau dicarikan second opinion.

Saat ini, Anda dapat dengan mudah menemukan informasi di internet terkait asuransi pendidikan untuk anak sebagai bahan cross-checking.

Jangan lupa untuk tetap bersikap kritis dan skeptis kepada agen asuransi atas proposal dan polis asuransi pendidikan, karena bagaimanapun juga tujuan agen adalah closing pembelian dengan pembayaran premi asuransi.

Sebaiknya dalam menyiapkan dana pendidikan, bukan hanya bergantung pada asuransi saja. Tetapi, dibarengi dengan tabungan pendidikan atau investasi pada produk keuangan lainnya. Semakin banyak instrumen penyimpangan dana pendidikan maka akan semakin baik. Sebab, perbedaan instrumen keuangan ini sifatnya komplementer atau saling melengkapi, bukan bersifat substitusi atau pengganti. (Mutiara Ramadhanti)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)