Bahana Bidik Dana Deposit Jepang

PT Banana Securities, anak usaha PT Bahana Pembina Usaha Indonesia/BPUI (Persero) di bidang perdagangan efek dan invesment banking, melalui aliansi bisnisnya dengan Daiwa Securities Group Inc. akan membuka market baru dengan mengundang investor Jepang untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia.

Bahana DaiwaDirektur BPUI, Eko Yuliantoro, menjelaskan, saat ini di Jepang terdapat dana sebesar US$ 15 triliun yang tersimpan dalam deposit. “Dana ini yang menjadi bidikan kami. Ini potensi yang sangat besar. Selama ini investor di pasar modal terbesar masih Amerika Serikat, sudah saatnya investor Jepang kini melirik pasar modal Indonesia,” ujar Eko Yuliantoro.

Sementara itu CEO Daiwa Capital Markets Singapore, Shiko Yanasigawa, mengatakan, selama ini yang menjadi penghalang bagi investor Jepang untuk menginvestasikan dananya ke pasar modal Indonesia karena persoalan likuiditas transaksi.

“Tapi itu dulu, saat ini transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah lebih liquid. Untuk itu untuk itulah kami menjembatani investor Jepang yang ingin berinvestasi Indonesia,” ujar Yanisigawa.

Meski pertumbuhan Indonesia sudah di bawah 6%, namun untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia dianggap tidak terlambat. “Kami melihat untuk jangka panjangnya, melainkan untuk 10-15 tahun ke depan dan Daiwa melihat prospek Indonesia masih sangat menjanjikan.”

Menurutnya, potensi yang masih tersimpan di Indonesia sangat besar. Kapitalisasi di pasar modal baru menyerap 50% dari GDP.

Selain Indonesia, ada negara-negara lain yang kini menjadi incaran investor-investor Jepang seperti Cina, Afrika Selatan dan beberapa negara di Asean. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)