BTN Terbitkan KIK EBA Ke-6 Senilai Rp 1 Triliun

Seperti yang telah direncanakan dalam rencana bisnis perseroan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kini resmi menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK-EBA) keenam atau KIK EBA DBTN04. Nilai penerbitan tersebut mencapai sekitar Rp 1 triliun.

"Sesuai rencana bisnis, kami telah memenuhinya untuk menerbitkan KIK EBA yang kami harapkan untuk mitigasi resiko kredit dari sisi mismatch pembiayaan perumahan yang menjadi bisnis inti Bank BTN," ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN, dalam acara listing KIK EBA keenam, di Bursa Efek Jakarta, Senin (23/12/2013).

BTNKIK EBA DBTN04 ini telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 17 Desember kemarin. Dan, untuk sekuritisasi KPR BTN yang keenam ini mempunyai underlying sebesar 34.452 rekening tagihan KPR dengan jumlah total penerbitan sekitar Rp 1 triliun, atau tepatnya Rp 1.000.000.005.941.

Aset portofolio tagihan KPR yang disekuritisasi ini diseleksi berdasarkan daftar kriteria seleksi demi menjamin kualitas aset, yang pada akhirnya bisa menghasilkan EBA dengan peringkat idAAA dari lembaga pemeringkat Pefindo. Adapun bunga kupon dibagi dalam dua seri, yaitu 8,9 persen untuk seri A1 dengan tenor 2 tahun, dan 9,5 persen untuk seri A2 dengan tenor 4 tahun.

Perseroan pun menunjuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai arranger dan pendukung kredit, PT Danareksa Investment Management sebagai manajer investasi, Bank Mandiri sebagai bank kustodian, dan Danareksa Sekuritas, BCA Sekuritas, dan Trimegah Securities sebagai underwriter.
eba btnPenerbitan KIK EBA DBTN04 ini merupakan alternatif perseroan dalam hal sumber dana penyaluran KPR dan menjaga rasio kecukupan modal. "Produk-produk KIK EBA tersebut merupakan lanjutan transaksi sekuritisasi di tahun-tahun sebelumnya bagi Bank BTN, yang diharapkan mampu memitigasi permasalahan maturity mismatch pembiayaan KPR," tambah dia.

"Kami punya rencana untuk tahun depan kurang lebih Rp 2 triliun, untuk kami lakukan sekuritisasi," tandasnya.

Sebagai informasi, per triwulan III 2013, porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan porsi 86,12 persen dari total kredit yang disalurkan perseroan sebanyak Rp 83,138 triliun. Sisanya, sebanyak 13,88 persen atau Rp 13,401 triliun, adalah pembiayaan kredit non perumahan. Bisnis perseroan pun kini didukung oleh 838 kantor cabang, baik itu konvensional dan syariah, yang ditambah dengan 2.922 gerai Kantor Pos online. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)