BUMI Akan Penuhi Perintah Bapepam

PT BUMI Resources Tbk. menyatakan akan menjalankan perintah Badan Pengelola Pasar Modal (Bapepam) untuk mengadakan paparan publik (public expose) terkait ketidakberesan dalam pengelolaan investasi dan utang di perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia itu.

Sebalumnya, Bapepam memerintahkan BUMI dan PT Berau Coal Energy (BRAU), produsen batubara yang juga milik BUMI, agar mengadakan paparan publik selambat-lambatnya 2 Oktober 2012.

Dileep Srivastava, salah satu direktur yang juga Sekretaris Perusahaan BUMI, mengatakan Bapepam sebelumnya menjadwalkan paparan publik BUMI untuk ajang Investor Summit di Jakarta pada bulan November tetapi bila dikehendaki, menurutnya BUMI siap melakukan paparan lebih awal. "Dengan senang hati kami akan memenuhi segala permintaan regulator bursa,” ujar Dileep.

Berita salah urus dalam pengelolaan keuangan perusahaan tambang batubara jenis thermal terbesar di Indonesia itu diumumkan pada publik Senin (24/9) lalu melalui pernyataan resmi BUMI Plc dari kantornya di London, Inggris.

Perusahaan yang tercatat di bursa London itu mengatakan akan mengirim tim independen guna menyelidiki dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan investasi dan utangnya, menyangkut dana pengembangan dan eksplorasi untuk BUMI dan BRAU, yang sedikitnya bernilai US$ 630 juta yang pada laporan keuangan Bumi Plc akhir tahun lalu dinyatakan nihil.

Sebagai catatan, ini bukan pertama kalinya BUMI dilanda kemelut. Pada Oktober tahun lalu, sepucuk surat internal BUMI Plc bocor ke media di Inggris yang kemudian memicu kehebohan. Dalam surat itu Nathaniel Rothschild, jutawan Eropa yang berkongsi dengan keluarga bakrie membangun BUMI Plc, meminta dilakukan pembersihan pada dewan Direksi dan pengelolaan utang BUMI. Sebagai imbasnya, Rotschild yang semula menjabat sebagai salah satu Direktur terlempar ke posisi Direktur non-Eksekutif.

Saat ini nilai saham BUMI dan BRAU, yang dimiliki keluarga Bakrie, turun drastis. Pada penutupan pasar Kamis (27/9), saham BUMI ditutup pada Rp 760, sangat jauh dari harga puncaknya tahun 2008 yang mencapai Rp 8.550. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)