Cara OJK Menjaga Market Tetap Bullish

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Untuk menjaga agar market tetap bullish (tren naik), lembaga yang baru awal 2013 mengambil alih pengawasan pasar modal ini mengaku punya beberapa strategi.

Strategi apa saja yang dijalankan OJK? Berikut perbincangan SWA Online dengan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida.

Bagaimana kondisi pasar saham saat ini?

Pasar saham saat ini sedang mengalami masa-masa yang cerah. Jika pada akhir 2009 IHSG masih berada di angka 2534,36, di 11 Juni 2013 posisinya naik ke 4609,95. Bahkan pada 20 Mei lalu IHSG sempat menyentuh level 5068,63, tertinggi sepanjang sejarah pasar modal di negeri ini.

Rata-rata transaksi harian perdagangan saham juga semakin cemerlang. Dari Rp 4.046,51 miliar di 2009 menjadi Rp 6.830,19 miliar pada 11 Juni 2013. Dari sisi market cap/kapitalisasi pasar saham juga terus terjadi peningkatan signifikan. Pada 2009 sebesar Rp 2.019,38 triliun, menjadi Rp 4.522 triliun pada 11 Juni 2013.

Pasar saham dalam sepekan terakhir cenderung mengalami pelemahan, apa yang OJK lakukan untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut?

Kemarin kami juga sudah bicara dengan otoritas bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kami meminta BEI untuk terus mengawasi lebih dekat lagi pergerakan-pergerakan di pasar sekunder dan primer.

Untuk jangka panjang, strategi  apa yang OJK tetapkan untuk menjaga agar market kita tetap bullish?

Kami terus berupaya mendorong lima hal, mulai dari mendorong peningkatan jumlah emiten, pengembangan basis investor, pengembangan produk, pengembangan infrastruktur pasar modal, hingga pengembangan pasar surat utang dan sukuk.

Bisa dijelaskan lebih rinci, langkah apa saja yang dilakukan OJK untuk dapat mewujudkan lima hal tadi?

Untuk meningkatkan jumlah emiten, kami menetapkan beberapa program. Mulai dari penyederhanaan prosedur penawaran umum, rasionalisasi kewajiban keterbukaan bagi emiten dan upaya mendorong perusahaan untuk go public.

Untuk pengembangan basis investor dilakukan dengan membentuk dana perlindungan permodalan, sosialisasi pasar modal syariah dan pengaturan elektronik efek reksa dana. Sedangkan strategi pengembangan produk melalui revitalisasi perdagangan produk derivatif, penggunaan bond indeks sebagai parameter perdagangan surat utang dan sukuk, hingga mengupayakan insentif pajak.

Selanjutnya upaya pengembangan infrastruktur pasar modal dilakukan melalui pengembangan identitas tunggal pemodal, pengembangan data dan informasi warehouse. Terakhir, untuk mendorong pengembangan pasar surat utang dan sukuk strateginya adalah mengembangkan platform elektronik trading. Hal itu dilakukan sebagai efisiensi pengawasan perdagangan.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, kami berharap pasar modal Indonesia tetap kuat, lebih dalam, likuid dan terpercaya, didukung oleh semakin banyaknya produk dan jumlah investor retail.

Terkait upaya menambah jumlah investor retail tadi, bagaimana sikap OJK tentang usulan penurunan satuan lot saham dari 500 menjadi 100 saham per lot?

Kami mendukung usulan dari BEI untuk menarik investor ritel dengan melakukan penurunan satuan lot saham. Satuan lot saham di Indonesia masih terhitung tinggi dibanding negara lainnya. Dengan pemangkasan jumlah lot saham, tentunya akan menarik semakin banyak investor yang bertransaksi.

Kapan penurunan satuan lot saham itu bisa direalisasikan?

Sudah bisa direalisasikan pada akhir 2013. Kami sedang mengkaji kemungkinan adanya perubahan sistem terkait hal ini.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)