Hal yang Harus Diperhatikan Saat Investasi Exchange Traded Fund

Setiap tanggal 3 Juni diperingati sebagai Hari Pasar Modal Indonesia. Dalam rangka menyemarakkan Hari Pasar Modal, kita akan membahas tentang salah satu investasi yang masih jarang diketahui banyak orang. Penasaran investasi apa yang akan dibongkar? Simak artikel ini sampai tuntas!

Perencana keuangan Finansialku.com, Gembong, CFP®, akan menjelaskan investasi Exchange Traded Fund atau yang lebih sering disingkat dengan ETF. Dibandingkan saham atau obligasi, investasi ETF bisa dikatakan sedikit underrated.

Kurangnya informasi dan sosialisasi tentang ETF diduga menjadi salah satu penyebab minimnya peminat investasi jenis ini. Berbeda dengan Indonesia, di Amerika Serikat investasi ETF sangat digemari. 

Pada dasarnya ETF adalah perpaduan antara pengelolaan dana ala reksa dana dengan mekanisme transaksi jual beli saham. Lalu bagaimana prosedur transaksi jual beli ETF?

Gembong menjelaskan bahwa perdagangan ETF dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui pasar primer dan pasa sekunder. Perlu diingat, meskipun termasuk reksa dana ETF tidak dapat dibeli dari Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). 

Pada pasar primer, pemodal bisa membeli dan menjual kembali reksa dana ETF-nya kepada Manajer Investasi (MI) dalam satuan unit kreasi. Satu unit kreasi setara dengan 100.000 unit penyertaan. Mekanisme tersebut berlaku untuk transaksi dengan nominal besar.

Misalnya, harga ETF atau NAB/UP dimulai dari 1000 maka jumlah modal yang harus dibutuhkan adalah sebesar Rp 100 juta.

“Hal inilah yang mendasari mengapa ETF kurang diminati oleh investor ritel yang modalnya terbatas pada pasar premier.”, ujar Gembong.

Opsi kedua pasar sekunder, investor dapat membeli dan menjual ETF dalam satuan LOT. Satu lot setara dengan 100 unit penyertaan melalui Bursa Efek Indonesia. Transaksi ini dikhususkan kepada investor ritel yang nilainya relatif lebih kecil.

Kode ETF di platfom trading sekuritas sama dengan kode saham pada umumnya, yaitu empat huruf yang dimulai dengan X. Misalnya XIJI (Reksadana Syariah ETF JII Indopremier) , ETF XPTD (Reksadana ETF Panin IDX30), dll. 

Bagaimana cara memilih ETF yang tepat?

Pertanyaan yang sering diajukan juga adalah bagaimana kita memilih ETF dengan potensi yang menjanjikan. Jika memutuskan berinvestasi di reksa dana ETF maka yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Mempunyai rencana investasi yang jelas

Dalam membuat rencana investasi kita perlu mengetahui tujuan investasi, jangka waktu dan toleransi risiko. Bukan hanya rencana investasi, kita juga membutuhkan perencanaan keuangan yang terdiri dari tujuan keuangan dan jangka waktu. 

Misalnya, tujuan keuangan kita adalah persiapan biaya pendidikan anak dalam jangka waktu 10 tahun lagi. Aset dasar produk ETF adalah saham. Oleh karena itu, dengan tujuan keuangan jangka panjang di atas 10 tahun, maka memilih ETF menjadi pilihan yang cocok karena diprediksikan akan ada peningkatan aset yang cukup signifikan di masa yang akan datang.

Jika dilihat dari toleransi terhadap risikonya, harga ETF akan mengalami fluktuasi. Hal ini akan menyebabkan investor berpotensi mendapatkan gain dan lost. Melihat risiko yang dihadapi menjadikan ETF tergolong investasi yang agresif. Sehingga lebih cocok untuk investor dengan profil agresif pula.

  1. Pahami komposisi dan strategi ETF

Bursa Efek Indonesia sekarang menyediakan berbagai macam indeks yang bisa menjadi acuan penyusunan Produk ETF yaitu (1) Investasi mengikuti IHSG , (2) Investasi sesuai Syariah , (3) Investasi peduli lingkungan dan sosial (ESG) , (4) Value Investing (saham dengan valuasi murah) dan (5) Investasi pada saham dengan Deviden yang tinggi. Misalnya kita ingin berinvestasi dengan tujuan mengikuti Indeks IHSG maka pilihannya adalah ETF LQ45 atau ETF IDX30.

  1. Lakukan Dollar Cost Averaging (DCA)

Dengan DCA artinya kita berinvestasi dengan model menabung bulanan. Metode ini cenderung lebih nyaman secara pengelolaan keuangan karena setiap bulan berinvestasi sesuai dengan pendapatan kita. Risikonya pun lebih kecil karena mendapatkan harga beli rata-rata serta akan membentuk kebiasaan yang positif dengan cara yang paling efisien di Bursa Efek Indonesia. (Mutiara Ramadhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)