Inilah Alasan Bank Mitraniaga Lakukan IPO

PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia

PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) berencana melakukan ekspansi penyaluran kreditnya. Sebagai langkah mewujudkan hal itu, bank pun berusaha mendapatkan modal dengan cara melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Hari ini, Selasa (9/7/2013), perusahaan resmi tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia.

Bank swasta nasional ini menawarkan saham kepada publik sebanyak 445 juta lembar Saham Biasa Atas Nama yang merupakan saham baru, yang berasal dari portepel, atau sebesar 27,32 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Sementara jumlah saham yang akan dicatatkan perseroan di Bursa Efek Indonesia seluruhnya sekitar 1,6 miliar saham, atau sebanyak 99 persen dari jumlah modal  ditempatkan dan disetor penuh.

Jumlah dana yang diperoleh perseroan dari IPO ini sekitar Rp 80 miliar. Adapun penggunaan dana ini, menurut Handry Husein, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mitraniaga Tbk, seluruhnya untuk ekspansi kredit. “Otomatis dengan adanya penambahan saham baru otomatis menambah modal. Tujuannya memang untuk ekspansi kredit,” terang Handry, di Bursa Efek Indonesia.

Bank yang berdiri tahun 1989 ini memang memiliki fokus pada penyaluran kredit untuk sektor properti dan perdagangan. Dia bilang, penyaluran kredit untuk kedua sektor itu mencapai 80 persen dari total kredit. “Sisanya macam-macam sektor,” imbuhnya.

Ia pun menginformasikan, realisasi penyaluran kredit sampai Juni 2013 sekitar Rp 500 miliar. “Dana pihak ketiga (DPK) sampai Juni sekitar Rp 900 miliar.” DPK itu naik sekitar Rp 200 miliar dari periode yang sama tahun 2012. “NPL (rasio kredit bermasalah) per Juni sebesar 0,01 persen. Sangat kecil sekali,” lanjut Handry.

Sebagai informasi, hingga akhir 2012, ekuitas perseroan mencapai Rp 119,03 miliar. Ada kenaikan 2,55 persen dari tahun sebelumnya. Modal disetor tercatat Rp 118,4 miliar pada akhir tahun lalu. Sementara rasio kecukupan modal mencapai 22,25 persen. Cukup besar dari rata-rata industri perbankan nasional yang berada pada angka 18 persen. Total aset perseroan per akhir 2012 mencapai Rp 1,05 triliun, dengan penyaluran kredit mencapai Rp 418,16 miliar. Sedangkan DPK Rp 917,19 miliar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)