Kesalahan Investasi yang Dilakukan CEO Finansialku, Melvin Mumpuni

Source: smart-money.co
Source: smart-money.co

Siapa sangka CEO dari start-up perencanaan keuangan Finansialku, Melvin Mumpuni, CFP®, QWP® ternyata pernah melakukan kesalahan saat berinvestasi?

Ternyata benar, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak terkecuali seorang perencana keuangan yang sudah bergelut dengan uang dan investasi.

Melakukan kesalahan tentu menjadi hal wajar apalagi untuk pemula. Melvin menuturkan, “ada beberapa kesalahan umum investor pemula saat berinvestasi, bahkan aku sendiri melakukannya”.

Pertama, investasi terlalu sedikit. Sebenarnya hal ini memang wajar ditemukan pada investor yang baru memulai.

Pasti ada rasa ketakutan akan risiko dan kerugian. Tetapi, dikembalikan lagi pada tujuan investasi itu sendiri. Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda , ada yang ingin menikah, ada yang ingin berangkat haji, atau ada yang sekadar ingin beli gawai baru. Maka dari itu, jumlah investasi untuk mencapai tujuan tadi pun pasti berbeda. 

“Jika mengacu pada aturan 20% untuk investasi itu memang benar ada perhitunganya, tapi menurutku belum tentu cukup (untuk memenuhi tujuan keuangan),, ujar Melvin.

Karena perbedaan inilah yang mendasari besar kecilnya dana yang dialokasikan untuk investasi setiap orang berbeda. Semakin besar impian maka semakin besar juga usaha untuk mencapainya. Artinya semakin besar pula dana yang harus diinvestasikan.

Kesalahan lainnya yaitu memiliki terlalu banyak produk investasi. Ada banyak sekali produk investasi diluar sana mulai dari RDPU, saham, sukuk ritel, obligasi, crypto currency dan banyak lainnya. sebagai investor yang beru terjun ke dalam investasi pasti masih banyak belajar dan beradaptasi, kalau langsung memiliki banyak produk belum tentu bisa terpantau semua. Jangan sampai ilmu belum cukup tapi sudah ikut – ikutan tren dan saat turun sedikit langsung panik.

“Tugas kita sebagai investor adalah membeli aset yang bagus di harga diskon dan biarkan aset tersebut bertumbuh seiring waktu. Dalam investasi ada saatnya menanam dan ada saat panen, jika kamu belum panen bukan berarti kamu gagal. Fokus ke tujuan awal investasi kamu,” ujar Melvin.

Memang dalam investasi pun dibutuhkan diversifikasi atau mengalokasikan dana ke beberapa produk investasi yang  berbeda. Tetapi, Anda pun akan kesulitan dalam mengelolanya jika terlalu banyak.

Terakhir, investasi tanpa strategi. Misalnya, di awal ingin investasi jangka panjang, namun di pertengahan jalan saat nilainya turun langsung buru – buru menjualnya karena takut rugi. Padahal kalau memang tujuannya untuk jangka panjang, biarkan nilai tersebut turun karena nanti akan ada waktu dimana nilainya kembali tinggi. Selain itu, investasi yang bermodalkan tren tanpa ilmu dasar  pun sangat tidak disarankan.

Nah itu tadi kesalahan yang sering dilakukan investor pemula. Selain mencoba langsung berinvestasi, bekali juga diri Anda dengan ilmu serta belajar dari pengalaman orang lain menjadi kunci keberhasilan investasi. (Mutiara Ramadhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)