Mengenal Asuransi Pendidikan

Biaya pendidikan di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Setidaknya untuk merencanakan dana pendidikan harus ada kalkulasi inflasi 10%. Mempertimbangkan tingginya angka ini, dana pendidikan harus dipersiapkan sedini mungkin. Apalagi mimpi semua orang tua pasti ingin anaknya bisa meraih pendidikan setinggi mungkin dan mencapai impiannya.

Namun, sayang seribu sayang masih banyak orang tua masih belum mengetahui produk keuangan yang bisa membantu biaya pendidikan anak. Salah satunya adalah asuransi pendidikan. Penjelasan mendetail tentang asuransi pendidikan dibagikan oleh perencana keuangan fInansialku, Ninet Dangirangi, CFP®

Apa itu asuransi pendidikan?

Asuransi pendidikan merupakan salah satu produk asuransi yang bermanfaat sebagai

proteksi bagi orang tua yang menanggung biaya pendidikan anak. Asuransi pendidikan mencakup dua hal yaitu asuransi jiwa serta pengembangan dana yang digunakan untuk pendidikan anak. Seperti asuransi lainnya, pada umumnya asuransi pendidikan dikelola lembaga khusus asuransi.

Bagi orang tua yang merencanakan pendidikan anak sejak jauh-jauh hari, produk asuransi pendidikan sangat cocok dimiliki. Karena jangka waktu dari asuransi pendidikan tergolong panjang, lebih dari 5 tahun.

Manfaat dari asuransi pendidikan adalah adanya ketersediaan dana untuk investasi dan tabungan, selain itu terdapat perlindungan jiwa. Dana yang ada dalam asuransi akan dipakai untuk menambah maupun mempersiapkan biaya pendidikan.

Asuransi pendidikan ada dua macam, tradisional dan asuransi berbasis investasi atau unit link. Asuransi tradisional seperti pada umumnya ada polis dan premi. Perbedaannya dengan asuransi unit link, dalam asuransi ini dari premi yang dibayarkan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih. asuransi jenis ini, selain menjadi proteksi bagi orang tua, juga memberikan manfaat secara bertahap, tergantung dari jenjang pendidikan anak. 

Semua produk keuangan apa pun pasti memiliki risikonya masing-masing, termasuk asuransi pendidikan. Misalkan, produk asuransi jenis tradisional, risiko yang bisa terjadi adalah return yang diterima nasabah tidak besar. Atau pun, asuransi berbasis investasi yang berpotensi mengalami kerugian, jika harga saham di pasar sedang menurun.Mau memilih asuransi pendidikan tradisional ataupun asuransi berbasis unit link dikembalikan pada keputusan orang tua. Namun, yang perlu dicatat adalah pendidikan anak bukan main – main, diperlukan perencanaan matang dalam perjalanannya. Jangan sampai menggadaikan masa depan si kecil akibat ketidaksiapan orang tua. (Mutiara Ramdhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)