Obligasi Berkelanjutan II BCA Finance Targetkan Dana Rp4 Triliun

Pemegang saham BCA Finance ialah 99,58% dari Bank Central Asia (BCA) dan 0,42%. Pemegang saham BCA Finance ialah 99,58% dari Bank Central Asia (BCA) dan 0,42%.

BCA Finance berencana melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2015 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya 1 miliar. Obligasi ini mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dan Rating AAA dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Penerbitan obligasi  ini ditargetkan dapat meraup dana Rp4 triliun. Sebagai daya tarik, obligasi ini ditawarkan dengan jaminan fidusia piutang pembiayaan sebesar 50% dari nilai pokok obligasi dengan bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan.

Direktur Utama BCA Finance, Roni Haslim, mengatakan bahwa pengalaman dan track record perseroan yang baik  membuat BCA Finance mendapatkan peringkat obligasi yang sangat baik. “Tidak hanya itu, tapi juga manajemen operasi yang baik, proyeksi arus kas yang kuat dan profil pembiayaan yang baik. Kami optimis obligasi ini akan berjalan sukses,” ujarnya.

Pada tanggal 17 Februari – 4 Maret 2015, BCA Finance melakukan masa penawaran awal dan berencana mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 17 Maret 2015. Masa penawaran umum pada tanggal 18-24 Maret 2015. Tanggal Penjatahan pada tanggal 25 Maret 2015, dan Tanggal Distribusi secara Elektronik pada 27 Maret 2015 dan ditutup dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Maret 2015.

Pendapatan BCA Finance untuk periode kuartal III/2014 yang berakhir pada tanggal 30 September 2014, meningkat sebesar Rp 204,67 miliar dari Rp1,40 triliun menjadi Rp 1,60 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan dari pembiayaan konsumen dan denda dan pendapatan lain-lain. Pendapatan pembiayaan konsumen meningkat sebesar Rp 198.20 miliar yang merupakan hasil dari inisiatif perseroan untuk menjalin hubungan baik dengan channel usahanya, yaitu dealer, showroom dan BCA.

Distribusi pembiayaan berdasarkan kategori kendaraan roda empat didominasi oleh minibus/MPV sebesar 71,54 yang diikuti oleh Sedan dan SUV sebesar 8,89 % dan 7,88 %. Untuk distribusi pembiayaan berdasarkan wilayah 41 % berada di Jabodetabek dan 59 % di Jawa Barat, Jawa Tengah & Yogyakarta, Jawa Timur & Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. (EVA)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)