Pertumbuhan Industri Reksa Dana Terhambat Perekonomian Global

Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) mengatakan trens suku bunga, kondisi indeks bursa serta perekonomian global yang melambat membuat investor menahan diri untuk masuk ke instrumen reksa dana. Akibatnya, pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia pada 2012 sulit untuk mencapai target.

Ketua APRDI, Abiprayadi Riyanto, menjelaskan posisi indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sudah dinilai cukup tinggi membuat investor juga menahan diri untuk masuk ke instrumen investasi reksa dana bahkan beberapa investor cenderung keluar.

"Sebenarnya, yang perlu diperhatikan investor itu dalam berinvestasi di reksa dana tidak perlu tergantung pada timing apakah indeks sedang naik atau sedang turun, karena underlying reksa dana bukan hanya di saham saja," kata Abiprayadi.

Beberapa kendala pertumbuhan reksadana lainnya, yakni jenis reksa dana terproteksi cukup banyak yang jatuh tempo sehingga menurunkan jumlah total dana kelolaan. Saat jatuh tempo itu investor bisa saja mengalihkan dananya dan ditempatkan ke instrumen lain seperti emas atau properti.

Produk reksa dana terproteksi jatuh tempo juga tidak sebanding dengan banyaknya produk reksadana terproteksi baru yang diterbitkan manajer investasi.

Awalnya APRDI memproyeksikan dana kelolaan dapat tumbuh sekitar 15% pada 2012., namun dikoreksi menjadi 7-8%. Meski demikian, konsensus perkiraan IHSG tahun ini mencapai 4.400 poin dapat mendorong pertumbuhan industri reksa dana.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dana kelolaan reksa dana dari Januari 2012 hingga September 2012 naik sekitar 3,15%. Dana kelolaan reksa dana per Januari 2012 sebesar Rp163,54 triliun menjadi Rp171,619 triliun pada September 2012. (Lila Intana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)