Reza Paten Raup Ratusan Miliar dari Forex dan Robot Trading

Reza Paten, trader forex dan investor

Sosok Reza Paten tidak asing lagi di dunia foreign exchange (forex) atau perdagangan mata uang asing. Padahal, boleh dibilang dia adalah pendatang baru di dunia perdagangan dengan spot jantung kencang tersebut. Namun, namanya meroket lantaran berhasil meraup cuan Rp 100 miliar dari perdagangan forex  dalam waktu 2,5 tahun dan mampu menjual software robot trading sekitar Rp  500 miliar tahun 2021.

“Tahun 2022 saya targetkan bisa menjual robot trading forex senilai Rp 1 triliun. Saya dan tim akan bekerja lebih keras untuk melakukan edukasi mesin trading. Saya optimistis tercapai, sebab salama pandemi di mana masih terjadi pembatasan aktivitas manusia di luar rumah, orang-orang lebih suka di rumah untuk menghabiskan waktu. Dan  lebih produktif menghasilkan uang jika ikutan bermain forex,” jelasnya dengan suara menggebu-gebu.

Dengan pencapaian Reza saat ini, memang dia menjadi buah bibir. Di usia muda, pria lajang kelahiran Surabaya, 26 Juli 1985 ini  telah menjadi seorang miliuner.Namun, apa yang dia capai bukanlah semudah menjentikkan jari. Tahun 2011, debut awal Reza di Jakarta dimulai. Sebagaimana perantau pada umumnya yang datang ke ibukota Indonesia ini,  kehidupan Reza saat itu serba prihatin. Kondisi keluarganya di Surabaya pun bukan orang kaya meski orangtuanya berprofesi sebagai pedagang.

Dia bercerita, setelah mengantongi ijazah S1 Teknik Informatika dari perguruan tinggi swasta di Surabaya, Reza pun banyak menyebar surat lamaran ke beberapa perusahaan. Setelah diterima bekerja di sejumlah perusahaan, tapi dalam perjalanannya tidak semua pekerjaan itu bertahan lama. Bahkan, dia pun sempat ganti-ganti berdagang barang. Dia tidak menyerah demi bertahan hidup di Jakarta. “Waktu itu, kemana-mana saya selalu naik bus dan makannya juga berhemat,” tuturnya.

Sampai suatu ketika pertemuan dengan seorang ibu rumah tangga mengubah jalan hidupnya. “Pada Februari 2019, saya  bertemu dengan seorang ibu rumah tangga yang sukses trading forex dibantu robot trading. Dari sinilah saya tertarik belajar di dunia investasi dan menggeluti forex hingga sekarang,” ungkap lelaki berpostur tinggi besar ini. Maka mulailah dia mengeluarkan modal Rp1,5 juta untuk membeli software robot trading forex dan mengalokasikan dana modal dagang forex kurang lebih Rp7,5 juta.

Dalam melakukan trading forex, Reza menekankan pada dua analisa, yaitu analisa fundamental dan teknikal. Analisa fundamental didapat dengan membaca berita atau mempelajari kondisi ekonomi makro dan terkini yang terjadi di dunia, bahkan Indonesia. Sementara analisa teknikal dengan cara membaca dan menganalisa grafik perdagangan valuta asing dari waktu ke waktu.

Menurut Reza, idealnya trader belajar forex dari nol hingga mampu melakukan trading secara mahir dibutuhkan waktu 5 tahun. Tentu saja itu waktu yang lama. “Namun, masalah ini dapat diatasi dengan kehadiran software robot trading forex. Kita hanya bayar harga softaware Rp7,5 juta, mesinnya yang akan bekerja melakukan analisa teknikal dan fundamental, trader diberikan rekomendasi. Hasil rekomendasinya tentu tidak 100% akurat,” jelas Reza menegaskan.

“Robot trading merupakan sebuah tools yang membantu trader meraih profit. Dengan pola algoritma dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, aplikasi ini bisa menganalisis tren harga forex atau komoditas, termasuk aset kripto,” kata  distributor software otomasi trading forex ini.

Seiring berjalannya waktu, Reza pun terkesima dengan cara kerja robot trading itu. Maka, selain sebagai trader, dia memutuskan untuk menjadi distributor penjualan robot trading tersebut di Indonesia. Awalnya dia memasarkan software itu ke teman-teman dekat. Jurus marketing ‘getok tular’ itu ampuh, sehingga pengguna software tersebut meluas. Lebih dahsyat lagi penjualannya tatkala dia sering membagikan video edukasi trading forex melalui akun YouTube-nya yang diberi title Reza Paten. ”Sebetulnya Paten itu bukan nama asli saya, tapi teman-teman suka menyebut Reza Paten,” ucap eksekutif muda yang mengidolakan ‘Raja Kuis’ Helmy Yahya itu.

Tak dinyana, hinggga kini pembeli software forex yang dipasarkan Reza menembus mancanegara. “Saya sampai pernah diminta untuk memberikan edukasi forex di Paris dengan dibantu translater Bahasa Perancis. Pesertanya cukup banyak, ratusan orang,” ungkap trader berkacamata minus ini.

Untuk mewadahi jumlah trader yang terus membengkak, Reza membentuk komunitas yang diberi nama ‘Podosugi’ yang dicomot dari Bahasa Jawa. Nama ini memiliki filosofi bahwa semua anggotanya didoakan sama-sama kaya. Adapun jumlah anggota komunitasnya kisaran  60.000 orang dari Indonesia, Malaysia, Kamboja dan Eropa. Edukasi dilakukan secara virtual dengan Zoom atau Youtube dan tatap muka dengan mini workshop.

Robot trading yang dijual Reza dirancang khusus untuk transaksi US$ dan Euro. Alasannya, dua mata uang asal Amerika Serikat dan Eropa inilah yang ramai ditransaksikan dengan volume besar dan likuiditas tinggi.

Agar sukses menjadi trader forex, Reza membagikan resep jitunya. Pertama, bermental dewasa dan mampu mengontrol emosi. Tidak boleh serakah. Jika kalah, jangan terpancing emosi untuk beli lagi. Begitu halnya ketika rugi atau lost, jangan penasaran masuk lagi. Semua keputusan jangan didasarkan pada emosi. Kedua, mempelajari ilmu forex baik secara fundamental maupun teknikal. Jangan asal tebak-tebakan, tapi kuasai ilmu trading dengan benar. Ketiga, sering berbagi kepada orang yang membutuhkan. Pasalnya,  dalam setiap rezeki kita,  ada hak orang lain.

Reza menyadari tingginya risiko trading forex.  Itulah sebabnya, selain investasi dalam bentuk saham dan produk derivatif pasar modal seperti forex, aset kripto, dia juga membenamkan sebagian duitnya di sektor riil. “Saya juga memiliki usaha rumah makan bakmi di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan startup digital yang bergerak di peer to peer lendig (P2P Lending),” ujarnya.

Pengalaman suka duka sebagai trader forex pun pernah dirasakan. “Sukanya,  pada awalnya bisa memiliki duit Rp30 miliar dan kini menjadi Rp100 miliar dari trading forex. Dukanya pernah rugi Rp25 miliar,” dia menuturkan dengan lugas. Aset pribadi Reza diinvestasika ke saham 20%, kripto 40% dan forex 40%. “Properti belum dihitung Reza dengan alasan masih dijadikan tempat tinggal sebagai aktiva tetap.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)