Selesaikan Sertifikasi, BBJ Siapkan Kontrak Berjangka Obligasi Negara

Tahap awal menjelang peluncuran Indonesia Government Bond Futures (IGBF) atau Kontrak Berjangka Obligasi Negara di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) telah rampung. Setelah mengadakan training dua hari dan ujian sertifikasi wakil pialang khusus bond, kini Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) sudah memegang daftar Wakil Pialang yang lulus dalam proses sertifikasi tersebut. Ada sekitar 31 wakil pialang dari 56 wakil pialang yang masuk dalam daftar kelulusan sertifikasi.

BBJ

Wakil Pialang yang lulus dalam proses tersebut berasal dari Agrodana Futures, Central Capital Futures, Equity World Futures, Global Artha Futures, Inter Multiinvest Fortuna, Inter Pan Pasifik Futures, Jalatama Artha Berjangka, Kontak Perkasa Futures, Kresna Futures, Magna Dana Investama Futures, Millenium Penata Futures, Overseas Commercial Futures, Pacific Duaribu Futures, Rifan Financindo Berjangka, Royal Assetindo, Soegee Futures, Trijaya Pratama Futures, Valbury Asia Futures, Victory International, dan World Index Investment.

Adler H. Manurung, Plt. Direktur Bursa Berjangka Jakarta, mengatakan, proses sertifikasi tersebut wajib dilakukan agar pada saat IGBF diluncurkan para wakil pialang benar-benar telah siap baik dalam hal melayani nasabah maupun dalam hal transaksinya. Wakil Pialang yang belum lolos sertifikasi akan diberikan kesempatan mengikuti proses sertifikasi tahap selanjutnya.

Di samping sertifikasi wakil pialang, dalam waktu dekat BBJ akan kembali mengadakan sosialisasi IGBF kepada perusahaan finansial seperti asuransi, bank, fund manager, dana pensiun, sekuritas, maupun asosisasi industri finansial. Perusahaan-perusahaan tersebut selama ini tercatat mengelola dana nasabah dengan berbagai instrumen finansial sehingga dapat dikolaborasikan dengan IGBF sebagai instrumen baru.

Jumlah obligasi yang diterbitkan pemerintah pada tahun ini dalam RAPBN 2015 menjadi prospek yang cukup bagus untuk tahap awal peluncuran IGBF. Pemerintah diperkirakan akan terus meningkatkan penerbitan jumlah obligasi di masa mendatang, sehingga permintaan permintaan pasar akan adanya Goverment Bond Futures semakin tinggi.

“Kami optimis Bappebti akan memberikan lampu hijau terhadap IGBF pada akhir Mei ini, sehingga bond futures yang telah lama dinanti-nanti tersebut dapat kami luncurkan pada bulan Juni”, demikian jelas Adler.

BBJ tidak hanya fokus dalam meluncurkan kontrak baru, namun juga tetap menggenjot kontrak-kontrak yang telah ada, baik kontrak multilateral, pasar fisik, maupun kontrak yang tergabung dalam Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)