Sido Muncul Targetkan Rp 990 Miliar dari IPO

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menargetkan dana sebanyak Rp 810-990 miliar dari penawaran umum perdana saham (IPO). Dana sebanyak itu berasal dari 1,5 miliar lembar saham yang dilepas ke publik dengan rentang harga Rp 540-660 per lembar. Rencananya, perseroan bakal menggunakan dana tersebut untuk modal kerja, investasi, dan pengembangan sistem teknologi informasi.

sidomuncul
"Sekarang ini, kami akan menjual sekitar 10 persen dari saham kami. Kenapa 10 persen, barang kalau bagus kan jualnya sedikit. Yang pasti kalau kami jual 10 persen, cita-citanya membangun kepercayaan," ujar Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, di Jakarta, Senin (18/11/2013).

Rencananya, masa book building akan dilakukan selama tanggal 18-29 November 2013. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan diharapkan bisa diperoleh pada tanggal 5 Desember. Dan masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung tanggal 9-12 Desember. Distribusi saham sendiri bakal dilakukan tanggal 17 Desember, dan pencatatan saham di papan Bursa Efek Indonesia tanggal 18 Desember. Adalah PT Kresna Graha Sekurindo Tbk dan PT Mandiri Sekuritas yang menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Irwan mengatakan, salah satu tujuan dilakukannya IPO adalah untuk membangun kepercayaan masyarakat atau konsumen. "Tujuan kedua, kami berharap supaya langgeng. Kalau kami transparan, mudah-mudahan di generasi-generasi selanjutnya perusahaan akan tetap eksis, itu harapan pendiri, harapan keluarga," imbuhnya.

irwan sidomuncul

Selain itu, perusahaan juga mau mengembangkan bisnisnya. Mengingat masyarakat kelas menengah di Indonesia terus bertumbuh sehingga berdampak positif pada tingkat konsumsi. Ditambah lagi, kesadaran masyarakat terhadap khasiat dari produk obat herbal semakin tinggi. Sehingga industri jamu pun tumbuh pesat dalam empat tahun terakhir. Nilai pasar industri itu pada tahun lalu disebut mencapai Rp 13 triliun.

Maka wajar bila perseroan yang memproduksi Tolak Angin dan Kuku Bima ini mau melebarkan sayap bisnisnya. Dari dana hasil IPO, Sido Muncul berencana menggunakan sebanyak 56 persennya untuk modal kerja, seperti untuk menambah persediaan bahan baku dan kemasan. Dan sebanyak 42 persen untuk investasi, seperti untuk membeli tanah seluas 10 hektar untuk perluasan pabrik Tolak Angin dan penyertaan modal di dua anak perusahaan (Semarang Herbal Indoplant dan Muncul Mekar).

"Ini kami akan membangun perluasan pabrik Tolak Angin, supaya nanti kapasitasnya dua kali dari sekarang. Dan kualitas pabrik juga diharapkan bisa produksi Tolak Angin untuk pasar masa depan. (Pabrik) jadinya sekitar 1-1,5 tahun," terang Irwan. Pembangunan pabrik sendiri dijadwalkan mulai awal tahun depan. Dia pun mengatakan, sekarang ini, kapasitas pabrik sekitar 70 sachet per bulan. "Jadi, nanti kami buat yang baru ini paling minim (kapasitasnya) 140-160 juta sachet per bulan," pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)