Sisi Lain Ungkapan “Orang Kaya Akan Semakin Kaya dan Orang Miskin Akan Tetap Miskin”

(foto: Ilustrasi)

Sebelum berburuk sangka, tulisan ini bertujuan untuk melihat sudut pandang lain dari fenomena kesenjangan sosial ini. Apakah Anda pernah mendengar istilah “Yang kaya makin kaya dan yang miskin tetap miskin’?

Ungkapan ini terdengar menyakitkan ya, terutama untuk orang – orang yang harus berjuang lebih keras untuk kehidupannya.  Kenyataannya apakah benar begitu?

Tentu tidak. Orang miskin sangat bisa menjadi kaya dengan belajar, tekun, dan bekerja keras. Begitupun sebaliknya, orang kaya sangat mungkin menjadi miskin bahkan dalam waktu yang singkat. Karena pada dasarnya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Namun, mengapa ungkapan itu ada bahkan masih berlaku hingga saat ini?

Menurut perencana keuangan Finansialku, Juan Mahir Muhammad, CFP®, meskipun ungkapan tersebut seperti menunjukan bahwa ada ketidakadilan dan juga ketidakmampuan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas bawah, ada pandangan lain yang dapat dibilang ‘membenarkannya’. Pasalnya, jika kita lihat dari sudut pandang yang berbeda, kita justru bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari orang kaya dalam hal melakukan investasi atau melipatgandakan kekayaan.

Seperti contohnya dalam hal membeli barang, orang kaya cenderung membelanjakan uangnya untuk membeli barang atau hal – hal yang sifatnya investasi untuk masa depan, bukan hanya sekedar memenuhi hasrat konsumtif seseorang.

Bukan hanya investasi yang bersifat materil, tetapi juga menginvestasikan diri mereka dnegan ilmu. Bagi beberapa orang yang benar – benar ‘kaya’ akan mengeluarkan uang untuk 3 hal, mendapatkan keuntungan dari apa yang dibeli, investasi diri (ilmu, keterampilan, relasi, atau kesehatan), dan sesuatu untuk membantu dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Lalu bagaimana dengan orang miskin? Jangankan untuk investasi, untuk makan sehari – hari pun sulit.

Memang kita tidak bisa langsung mengikuti apa yang dilakukan seseorang yang sudah kaya. Tetapi kita bisa mengikuti langkah mereka dari awal dalam memperoleh kesuksesan. Maka dari itu, jika belum bisa meraih keuntungan dalam bentuk materi, kita bisa mulai dari mempelajari berbagai ilmu.

Dengan ilmu yang kita miliki, kita dapat perlahan menawarkan jasa dari kemmapuan yang kita miliki. Atau, sembari mencari ilmu, kita dapat mengumpulkan modal. Sehingga saat modal sudah terkumpul, kita pun sudah memiliki ilmu yang mumpuni.

Baru setelahnya kita dapat mengatur strategi untuk menuju tahapan selanjutnya, yaitu mulai mengumpulkan kekayaan.Sejatinya, tidak ada yang lebih baik antara menjadi orang kaya ataupun orang miskin. Karena keduanya memiliki kesulitan dan kemudahan masing – masing. Akan tetapi pasti semua orang berharap memiliki harta yang cukup dan tidak merasa kekurangan. Tidak ada standar yang pasti untuk hal ini. Semua dikembalikan pada diri dan syukur masing – masing orang. (Mutiara Ramadhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)