Strategi Tepat Pilih Tenor KPR

Perumahan The Veranda di Bekasi (Foto: rumahku.com/ilustrasi).

Ketika ingin mengajukan KPR atau kredit rumah, kita tentunya familier dengan kata ‘tenor’. Tenor merupakan durasi atau jangka waktu angsuran.

Shierly, S.E., M.B.A., CFP®, Perencana Keuangan Finansialku.com menjelaskan bahwa memilih tenor KPR merupakan salah satu hal penting dalam perhitungan untuk KPR. Jangka waktu tenor KPR akan menentukan besaran angsuran dan bunga yang dibayarkan.

Semakin panjang jangka waktu tenor KPR, maka semakin rendah angsuran bulanan. Namun, semakin panjang jangka waktu tenor KPR, maka total bunga KPR yang dibayarkan akan lebih besar dibandingkan dengan tenor KPR pendek. Berikut ilustrasinya:

1 miliar dibayar dalam tenor 5 tahun vs 1 miliar dibayar dalam tenor 20 tahun. Sudah pasti angsuran bulanan untuk tenor 5 tahun akan lebih besar daripada angsuran bulanan untuk tenor 20 tahun.

Karena modal beli rumah butuh dana besar, maka untuk kredit kepemilikan rumah (KPR), bank akan menawaran pinjaman dengan tenor yang panjang dibandingkan program pinjaman bank lainnya seperti KTA atau kartu kredit.

Lalu, bagaimana cara menentukan tenor KPR yang tepat? Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih tenor KPR menurut Shierly:

Lama Masa Produktif

Salah satu persyaratan bank dalam pengajuan KPR adalah batas maksimal umur ketika KPR berakhir. Biasanya bank akan menetapkan usia maksimal 55-65 tahun.

Mengapa bank menetapkan demikian? Karena, hal ini akan berhubungan dengan durasi masa produktif dalam menghasilkan uang.

Jadi, perhitungan durasi masa produktif adalah maksimal jangka waktu yang bisa diajukan untuk tenor KPR. 

Jika durasi masa produktif menuju pensiun adalah 15 tahun lagi, maka maksimal tenor KPR yaitu 15 tahun. Jika mengajukan tenor KPR di atas 15 tahun, maka besar kemungkinan akan mendapat penolakan dari bank.

Rencana Masa Depan

Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya pertimbangkan deadline dan estimasi dana untuk rencana masa depan ini.

Jika ingin mencapai banyak rencana di masa depan dan mempersiapkan sekaligus bersamaan dengan nyicil rumah, maka KPR dengan tenor panjang bisa jadi pilihan.

Walaupun konsekuensinya adalah harus membayar total bunga KPR yang besar. Namun, tenor panjang akan membuat angsuran bulanan lebih ringan daripada tenor pendek.

Tanggungan Utang

Jika dirasa saat ini masih punya cicilan utang lain yang belum selesai, maka sebaiknya segera selesaikan sebelum mengajukan KPR. Hal ini bertujuan agar arus kas bulanan tidak terlalu berat karena besarnya cicilan.

Shierly juga memberikan perhitungan khusus untuk utang ketika ingin mengajukan KPR, “perlu kamu perhatikan agar total angsuran yang sehat yaitu maksimal 35% dari penghasilan bulanan. Bahkan jika bisa, cicilan KPR sebaiknya hanya 20-30% saja dari penghasilan bulanan.”

Besar Penghasilan

Seperti yang telah diketahui bahwa lama tenor akan memengaruhi besar angsuran. Jika saat ini level penghasilan masih rendah dan terlalu berat untuk mencicil KPR dengan tenor pendek, maka sebaiknya tidak memaksakan diri dan bisa mengambil tenor KPR yang lebih panjang.

Pada saat mempersiapkan KPR ini, cobalah memperbesar penghasilan saat ini, baik dari sumber penghasilan saat ini ataupun sumber penghasilan lainnya.

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)