SunGard Luncurkan Ambit Wealth Management

Tingkat pertumbuhan masyarakat kelas atas di Indonesia disebut sebagai yang paling cepat di dunia. Dan dengan besarnya porsi dana pribadi nasabah yang diinvestasikan di dalam negeri maka perusahaan wealth management seharusnya bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Perusahaan pun dituntut untuk berinvestasi lebih banyak dalam hal teknologi.

“Saat ini, Asia memiliki populasi kalangan kelas atas terbesar di dunia, sementara Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan masyarakat kelas atas paling cepat di dunia. Pertumbuhan ini telah menjadikan Asia dan Indonesia menjadi kawasan yang paling dilirik oleh dunia perbankan,” ujar Edward Lopez, Executive Vice President SunGard untuk bisnis Ambit Wealth&Private Banking, di Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Edward memaparkan hasil riset kerja sama antara SunGard dengan grup riset Scorpio Partnership yang disebut “FutureAdvisor Asia.”  Ada lebih dari 400 nasabah masyarakat kelas atas dan 96 penasihat keuangan serta manajer senior di China, Hong Kong, Singapura, Filipina, dan Indonesia yang disurvei dalam riset tersebut. Riset pun menemukan bahwa tren digital kian marak di tengah-tengah masyarakat kelas atas di negara-negara tersebut.

Masyarakat premium semakin sering mengakses internet dengan berbagai perangkat teknologi. Mereka pun mengalokasikan waktu hingga 5,3 jam per minggu. Waktu sebanyak itu digunakan untuk mengakses informasi wealth management. Bahkan masyarakat terkaya Asia dengan kekayaan melebihi 6 juta dollar AS mengakses informasi tersebut dengan durasi hingga 7,3 jam seminggu.

“Yang kami temukan apakah itu di Singapura, Indonesia, Filiphina, hasil survei menemukan kalangan nasabah premium ini banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan secara online,” lanjut Edward.

Menurut dia, perusahaan wealth management ataupun perbankan harus bisa melihat tren ini. Apalagi riset juga menemukan waktu tatap muka antara nasabah dengan penasihat keuangannya tidak berlangsung lama. Menurut riset yang dilakukan pada bulan September 2012 ini, rata-rata penasihat keuangan menghabiskan kurang dari 40 persen waktu kerjanya bertemu dengan nasabah.

Sebagai solusi, Edward mengatakan perusahaan wealth management perlu untuk berinvestasi lebih banyak dalam hal teknologi. Bila tidak dilakukan maka dampaknya nasabah premium, seperti di Indonesia, akan diambil oleh perbankan asing yang punya teknologi lebih baik. “Semua telah melihat Indonesia sebagai sebuah tempat yang menarik bagi bank swasta dan institusi wealth management. Jadi kompetisi pun meningkat. Bila bank asing datang, seperti dari Singapura dan Hong Kong, dan mereka punya teknologi ini  maka Anda tidak bisa hanya duduk saja dan mengharapkan pertumbuhan natural. Anda harus proaktif,” papar dia.

SunGard sendiri telah mempunyai teknologi yang dimaksud. Itu adalah Ambit Wealth Management. Ini merupakan fasilitas wealth management yang memberikan solusi front dan back office. Fasilitas ini mendukung penyedia layanan untuk nasabah premium dalam mengelola database dan informasi akun ke dalam sebuah platform khusus. Fasilitas ini mendukung kegiatan keuangan nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi perusahaan.

Teknologi tersebut bisa dipakai oleh penasihat keuangan dalam berinteraksi dengan nasabahnya. Tidak lagi dibutuhkan perhitungan investasi dengan menggunakan kertas. “Ini akan membantu penasihat keuangan melakukan perencanaan keuangan (nasabahnya),” tutur dia sembari memperlihatkan fasilitas tersebut terpasang di perangkat tablet.

Dengan teknologi itu, Edward pun berharap nasabah premium Indonesia tak lagi bergantung pada keluarga dalam mencari informasi terkait investasi. Tetapi pada alat yang dinilai lebih profesional. “Di Indonesia, (nasabah mencari informasi melalui) media sosial, penasihat keuangan, dan keluarga. Jadi keluarga masih di tiga besar,” kata dia.

Emil Sumirat, Account Director SunGard Indonesia, menyebutkan, Ambit Wealth Management baru resmi diluncurkan di Indonesia kemarin. Produk ini, ujar dia, sebenarnya telah lama diluncurkan di luar Indonesia. Namun, sekarang ini, produk itu dilengkapi dengan inovasi terbaru seperti tablet based wealth advisor. “Di Indonesia sudah ada 20 lebih customer Ambit dari bank, sekuritas, dan asuransi. Tapi belum ada yang pakai Ambit Wealth Management. Kami baru launch hari ini di Indonesia,” tambah Emil. (Ester Meryana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)