Utang Menumpuk, tapi Usaha Tak Berkembang

Saat memulai usaha namun mengalami keterbatasan modal, mengambil pinjaman bisa menjadi solusi. Untuk mengembangkan usaha, seperti membuka cabang, membuat produk baru, dll juga bisa dengan berutang. Utang untuk usaha termasuk utang produktif karena dana digunakan untuk modal usaha, lalu usahanya menghasilkan atau menambah penghasilan. Artinya meskipun Anda berutang, Anda akan mendapatkan keuntungan lebih dari utang tersebut. 

Meskipun termasuk utang produktif, jika tidak berhati-hati maka utang produktif juga bisa membuat keuangan tidak sehat. Utang produktif yang terlalu banyak bisa memberatkan cashflow, sehingga bisa berujung pada tergerusnya tabungan bahkan timbulnya utang konsumtif. Diperlukan kebijakan dalam mengambil keputusan untuk mengambil utang produktif, pastikan rasio utang sehat, ketahui berapa bunga yang harus dibayar dan buat rencana pelunasan utang.

Manusia bisa berencana, namun tetap Tuhan yang menentukan bagaimana nasib kedepannya. Walaupun sudah diperhitungkan dengan matang, bisnis yang dijalankan bisa saja berjalan tidak lancar. Potensi mengalami kerugian, kenaikan bahan pokok, dan berbagai masalah internal selalu ada. Jika hal ini terus terjadi, usahamu akan mentok dan kamu akan kesulitan melunasi utang – utang Anda.

Lantas bagaimana jika saat berutang untuk membuka usaha tetapi mengalami kerugian atau bangkrut ditengah jalan, padahal utang belum lunas? Apa solusinya? 

Perencana keuangan Finansialku, Yosephine P. Tyas, S.Kom, MM, CFP®, menyarankan beberapa gagasan berikut agar kamu bisa menangani masalah utang – piutang.

Menurut Yosephine, yang perlu diperhatikan adalah bahwa usaha hasilnya tidak pasti/tetap setiap bulannya terutama untuk usaha yang baru mulai, sehingga jika penghasilan usaha belum stabil disarankan tidak berutang.

  • Cek kondisi keuangan pribadi dan usaha. Cek dan gunakan aset yang masih dimiliki untuk bisa membayar utang.
  • Menurunkan pengeluaran lain agar bisa membayar cicilan utang. Turunkan segala pengeluaran yang ada terutama pengeluaran non primer agar alokasi cashflow bisa diprioritaskan untuk membayar utang.

Restrukturisasi Utang. Lakukan restrukturisasi utang ke bank agar mendapatkan keringanan bisa berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, dll. (Mutiara Ramadhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)