Waskita Karya Targetkan Nilai Kontrak Baru di Atas Rp 20,8 Triliun

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan nilai kontrak baru 2015 sebesar Rp 20,8 triliun. “Saya optimis capaian riilnya nanti bisa lebih dari target, karena selama triwulan I 2015 saja kami sudah dapat beberapa proyek besar,” ujar Direktur Utama Waskita Karya, M.Choliq.

waskita karya

Tak hanya itu, menurut Choliq pihaknya juga optimis untuk meningkatkan persentase penjualan. Pada tahun 2014, penjualan Waskita Karya hanya tumbuh 7 %. “Karena di dalam penjualan tersebut kami tidak dapat bukukan akibat KSO, padahal KSO merupakan strategi dari Waskita untuk memperkecil resiko banting-bantingan ketika tender terbuka, kompetisinya terlalu ketat,” jelasnya.

Lebih lanjut Choliq mencontohkan salah satu proyek KSO yang dijalani 2014 lalu, yaitu proyek di terminal T3, Bandara Soekarno Hatta. Proyek dengan nilai kontrak Rp 5 triliun itu hanya dapat dibukukan labanya saja oleh Waskita, sedangkan penjualannya tidak bisa dibukukan, “Padahal penjualan yang tidak dibukukan itu totalnya Rp 2,7 triliun, kalau dihitung, sebetulnya penjualan tumbuh 30 %,” dia menguraikan.

Oleh karena itu untuk tahun 2015, pihaknya menargetkan penjualan akan tumbuh hingga 30 %, laba bersih dari Rp 500 miliar tahun 2014 menjadi Rp 650 miliar tahun 2015, “Tetapi itu yang Rp 650 miliar itu adalah target di atas kertas, kalau riilnya saya yakin bisa sampai Rp 1 trilun,” ujarnya optimis. Keyakinan itu didasari oleh pertumbuhan pemasukan dari anak usaha yang tampak agresif.  Dia mencontohkan dari anak usahanya di bidang raelty, ditargetkan tahun 2015 akan menyumbangkan sebesar Rp 500 miliar, kemudian dari anak usaha bidang beton precast, akan menyumbang Rp 300 miliar.

“Dari dua anak (usaha) saja kami sudah kantongi lebih dari Rp 800 miliar, belum dari induknya, maka itu saya optimis,” kata Choliq. Faktor lain yang juga meyakinkan Choliq untuk optimis dengan targetnya itu adalah rencana right issue yang rencananya akan berhasil diperoleh pada Juni 2015 nanti, “Dengan begitu akhir Juni nanti kami bisa dapatkan saham Rp 5,3 triliun, sehingga kami berharap akan ada interest saving sekitar Rp 200 – 300 miliar,” ungkapnya.

Sejak tahun 2014, waskita Karya telah memperoleh beberapa proyek besar yang sampai saat ini masih dalam proses konstruksi, antara lain Proyek Sipil yaitu proyek Bendungan Rakmano di Kupang senilai Rp 646 miliar dan juga sedang mengerjakan pembangunan Waduk Gondang di Jawa Tengah dengan nilai kontrak Rp 561 miliar, proyek gedung yaitu Superblock Frontage di Surabaya senilai Rp 1,4 triliun, proyek pelabuhan seperti Pelabuhan Penajam Paser Utara senilai Rp 265 miliar beserta proyek jalan tol seperti Jalan Tol Pejagan – Pemalang senilai Rp 1,6 triliun dan Proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi Cawang Kampung melayu) Rp 4,1 triliun.

Selama triwulan I tahun 2015, Waskita Karya telah memperoleh beberapa proyek besar diantaranya proyek sipil seperti pembangunan fasilitas kapal selam PT PAL Indonesia (Pesero) di Surabaya senilai Rp 285 miliar. Kedua proyek aksesibilitas dan dutching utilitas Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta senilai Rp 253 miliar.

Tahun 2015 ini juga, Waskita Karya merencanakan belanja modal sebesar Rp 2 trilun dengan rincian alokasinya adalah 50 % untuk pengembangan bisnis realty, 17 % untuk investasi dibidang jalan tol, 15 % untuk pengembangan bisnis precast, 9 % untuk pengembangan bisnis energi dan 8 % untuk pembangunan di bidang konstruksi.

Di bidang realty, perusahaan yang berdiri sejak 1960 ini nampak semakin agresif. Menurut Choliq, di antara semua anak usaha, realty memang menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. Beberapa proyek sudah direncanakan akan mulai berjalan di tahun 2015 ini yaitu Waskita akan membangun 2 tower apartemen yang akan dijual untuk memberikan kontribusi kepada pendapatan Waskita di tahun 2015. Sedangkan di Medan, akan dibangun aset properti Waskita di lahan seluas 7.856 m2. Di Surabaya, Waskita saat ini sedang menjalankan proyek KSO dengan PT Darmo Permai, membangun Superblock, dengan komposisi investasi Waskita Karya sebesar 51 % dan PT Darmo Permai sebesar 49 %. (EVA)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)