JFX akan Luncurkan Pasar Fisik Teh Pertama

Pada 2016 nanti Jakarta Futures Exchange (JFX) akan fokus pada likuiditas pasar dan produk unggulan. Demikian kata Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang, dalam konferensi pers yang digelar di kantor JFX (22/12). Kontrak berjangka baru akan dibatasi kehadirannya, “Kontrak baru tidak akan telalu banyak karena kami akan fokus ke kontrak-kontrak yang sudah ada,” ujar Paulus.

Selebihnya JFX akan mengembangkan pasar fisik komoditi terorganisir sebagai pondasi penciptaan kontrak berjangka pada tahun-tahun selanjutnya. Pada awal tahun, tepatnya di bulan Januari nanti JFX sudah siap meluncurkan pasar fisik komoditi teh. Menyusul di semester ke-2 tahun 2016 adalah pasar fisik komoditi kopra dan rumput laut.

petik20teh2

Menurut Donny Raymond, Direktur JFX, dipilihnya tiga komoditi tersebut dalam pengembangan pasar adalah karena beberapa faktor. Pertama, JFX memilih mengembangkan pasar fisik teh karena komoditi ini termasuk yang besar jumlah produksinya dari perkebunan teh di Indonesia, “Indonesia adalah salah satu produsen teh terbesar di dunia,” ujar Donny.

Kedua, adanya kesamaan cita-cita antara JFX dan asosiasi pedangang dan pengusaha teh di Indonesia, yaitu melindungi dan memberikan transparansi harga.
Pasar fisik kedua adalah kopra, ini didorong oleh permintaan pasar dan pelakunya, “Mereka mengeluh kenapa kok kopra harga jualnya terus merosot padahal harga bahan bakunya alias kelapa naik,” ujar Donny, “Hal itu dikarenakan tidak ada referensi harga yang baik dan transparan untuk itu perlu dibawa ke bursa,”lanjutnya.

Ketiga, rumput laut, menurut Donny ini sesuai dengan program pemerintah yang mau menggalakkan rumput laut.

Donny mengklaim pasar fisik teh itu nantinya akan menjadi yang pertama, “Selama ini belum ada bursa yang punya pasar fisik teh,” katanya. Menurutnya jika kelak tiga pasar fisik itu berhasil, pihaknya akan membuka lagi bagi komoditi lainnya seperti kakao.

Kakao pada tahun 2015 sempat anjlok, tetapi kini angin segar kembali menyapa komoditi ini. Pemerintah (Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla) pada sebuah rapat koodinasi pengembangan kakao di endari, Sulawesi Tenggara 20/12/2015 lalu mengatakan akan mendorong dan berjanji akan memberikan dukungan bagi petani kakao demi cita-cita Indonesia menjadi produsen kakao terbesar di dunia. “Saya yakin 201 nanti momentum pasti kakao akan kembali sebab dengan pemerintah ikut turun tangan maka harga akan terjaga,” kata Donny. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)