Cara BEI Sosialisasikan Investasi Kepada Calon Investor

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Investor Summit & Capital Market Expo (ISCME) 2013, dimulai dari 27 November sampai 28 November 2013, di Ballroom The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Selain BEI, acara ini juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Acara Investor Summit & Capital Expo tahun ini merupakan yang ke-6 kalinya diselenggarakan sejak 2008. Temanya adalah 'Indonesia Capital Markets: An Engine of Economic Growth'. Harapannya adalah dapat 'memasyarakatkan investasi', supaya ekonomi Indonesia bisa tumbuh berkelanjutan, juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berinvestasi di pasar modal Indonesia," kata Ito Warsito, Direktur BEI.

Investor Summit 2013Karena, pada kenyataannya, tingkat melek keuangan terendah memang ada di sektor pasar modal. Berdasarkan data indeks literasi keuangan sektor jasa keuangan oleh OJK, tingkat pemanfaatan produk dan jasa pasar modal baru sebesar 0,11%. Hal ini berarti hanya ada 1 dari 100 penduduk yang aktif di pasar modal Indonesia. Sedangkan jumlah masyarakat yang tergolong memiliki pengetahuan yang cukup baik (well literate) mengenai pasar modal hanya sebesar 3,79%.

Pada acara ini ada 28 emiten yang melakukan presentasi antara lain yaitu PT Timah (Persero) Tbk (TINS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).

"Dalam rangkaian kegiatan ISCME 2013, para investor dan calon investor dapat mengikuti kegiatan pameran, talkshow dari pemerintah dan pakar di bidang pasar modal, serta dapat mengetahui update kinerja dan prospek perusahaan di masa mendatang dari presentasi itu. Pada hari pertama, ada 12 perusahaan yang presentasi, sedangkan hari kedua ada 16 perusahaan. Kenapa hanya 28 yang kami undang, itu karena mereka berminat mendaftar, serta disebabkan oleh lokasi penyelenggaraan yang terbatas kapasitasnya. Acara ini juga terbuka untuk masyarakat umum asal mendaftar lebih dulu, minimal di tempat acara," ujar Ito.

BEI menargetkan jumlah pengunjung per hari sebanyak 2500 orang dengan sasaran investor ritel khususnya investor domestik, akademisi, eksekutif, dan masyarakat umum. "Saat ini yang sudah mendaftar (sebelum) acara sudah 2136 orang. Target kami utamanya memang untuk edukasi tentang pasar modal. Apalagi investor di pasar modal baru 405 ribu per Oktober 2013. Tapi ini sudah lumayan bagi Indonesia yang pendapatan per kapitanya baru US$ 3600 per tahun ," tutur Ito, sambil merasa yakin bahwa target 2500 orang peserta akan tercapai.

Pada hari kedua (28/11) ini, ada satu sesi yang mengundang dua investor pasar modal untuk memberikan testimoninya, yakni Giring 'Nidji' Ganesha dan Lo Kheng Hong. "Mengapa Giring kita undang, karena dia itu berinvestasi dari awal dengan belajar. Sementara, Lo Kheng Hong, karena dia ini adalah contoh investor yang baik. Dia mengopi perilaku investasi Warren Buffet. Dia ini investor jangka panjang, dari segi trading, dan dia pasti mempelajari dulu kinerja keuangan satu perusahaan, baru kemudian membeli sahamnya," jelas Ito. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)