Ciptadana Meluncurkan Produk DIRE (REIT) Pertama di Indonesia

PT Ciptadana Asset Management (“CAM”) pada hari Senin (12/11) meluncurkan produk Dana Investasi Real Estate (DIRE) Ciptadana Properti Ritel Indonesia (“DIRE Ciptadana”) di Jakarta dengan melakukan penawaran umum atas unit penyertaan selama masa penawaran.

DIRE atau Real Estate Investment Trust (REIT) merupakan alternatif investasi bagi investor untuk mendapatkan kesempatan menikmati hasil dari pendapatan aset properti sekaligus memilikinya secara langsung melalui kerangka Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Alternatif investasi pada DIRE pada dasarnya adalah berinvestasi pada suatu aset properti sebagai underlying yang telah dievaluasi dan dipilih kelayakannya secara komersial maupun non-komersial. Karena investasi tersebut dilakukan melalui kerangka KIK, para investor dapat menikmati keuntungan-keuntungan dari suatu KIK. Aset properti yang akan dimiliki oleh para investor melalui penyertaan di DIRE Ciptadana pada saat peluncuran ini adalah Solo Grand Mall, suatu pusat perbelanjaan ternama di jantung kota Solo, Jawa Tengah.

Investasi pada aset properti biasanya dilakukan oleh investor baik dengan melakukan pembelian langsung aset properti seperti gedung kantor, apartemen, pusat perbelanjaan, ruko, tanah dll, maupun produk investasi turunannya. Ada dua keuntungan yang diharapkan investor dari pembelian aset properti, yaitu potensi kenaikan harga dari nilai properti dan aset tersebut dapat disewakan sehingga menghasilkan pendapatan rutin berkelanjutan. Pertanyaan yang mungkin timbul adalah: Apakah untuk menikmati kedua keuntungan tersebut harus dengan membeli aktiva tetap? Bagaimana kalau dana investasi terbatas? Bagaimana kalau terdapat batasan investasi aktiva tetap yang relatif kecil, dll.

Ma Wei Tong, Direktur Utama PT Ciptadana Asset Management, mengatakan, investasi pada aset properti melalui DIRE ini, selain memberikan segala keuntungan berinvestasi secara langsung pada aset tersebut (potensi capital gain), potensi penghasilan sewa, rasa aman karena terlihat wujud asetnya), juga memberikan potensi beberapa keuntungan tambahan, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dengan dana investasi terbatas, dan likuiditas lebih tinggi jika rencana kami untuk mencatatkannya di bursa terwujud. “Kami bangga sekali dapat menjadi pelopor dalam meluncurkan produk ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa industri ritel di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang paling pesat jika dibandingkan dengan industri lainnya. Hal ini didorong oleh pertumbuhan perekonomian Indonesia yang baik secara langsung maupun tidak langsung - meningkatkan daya beli dan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat Indonesia.

CAM berencana untuk menawarkan unit penyertaan dengan jumlah sekurang-kurangnya 3.800.000.000 (tiga miliar delapan ratus juta) unit penyertaan sampai dengan jumlah sebanyak-banyaknya 4.200.000.000 (empat miliar dua ratus juta) unit penyertaan selama masa penawaran yang berakhir pada tanggal 27 November 2012. Setiap unit penyertaan DIRE Ciptadana ditawarkan dengan harga sama dengan nilai aktiva bersih awal sebesar Rp100,- (seratus rupiah) per unit penyertaan selama masa penawaran.

Imelda Sebayang, Head of Investors & Intermediaries Standard Chartered Indonesia, sebagai Bank Kustodian untuk DIRE Ciptadana, menegaskan Standard Chartered menghargai kepercayaan yang telah diberikan oleh PT Ciptadana Asset Management, untuk menjadi strategic partner sebagai Bank Kustodian untuk produk investasi DIRE yang pertama di Indonesia. “Standard Chartered memiliki komitmen tinggi kepada setiap pemangku kepentingan untuk melakukan yang terbaik di tengah komunitas serta selalu mentaati peraturan yang berlaku di tempat kami beroperasi. Kami berharap kerjasama ini dapat mendukung perkembangan pasar modal Indonesia dalam menghadapi era baru yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Sementara itu, Paula Rianty Komarudin, Direktur Pemasaran, PT Ciptadana Asset Management menambahkan, DIRE Ciptadana akan mendapatkan potensi keuntungan dari pertumbuhan sektor ritel dan properti di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada tahun 2011 Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% yang didorong oleh penguatan konsumsi dalam negeri. Pertumbuhan ini diperkirakan terus bertahan sebesar 6,3%-6,7% di tahun 2012 dan 6,4% - 6,8% di tahun 2013. “Tingkat pertumbuhan yang pesat inilah yang menjadi salah satu faktor dimasukkannya Indonesia ke dalam peringkat Investment Grade, yaitu BBB- stable oleh badan pemeringkat Fitch dan Baa3 stable oleh Moody’s,” ujar Paula.

Pertumbuhan penduduk yang tergolong kelas menengah di Indonesia, termasuk di kota Solo, meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Menurut laporan Asian Development Bank, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia terus bertambah dari 37,7% penduduk di tahun 2003 hingga menjadi 56,5% penduduk di tahun 2012. Hal ini pada akhirnya dinilai bakal membawa dampak positif pada permintaan properti dan prospek pertumbuhan industri ritel di Indonesia. Dengan didukung personil perusahaan yang kompeten, berpengalaman, dan terpercaya, DIRE Ciptadana ini diindikasikan dapat memberikan tingkat imbal hasil yang diharapkan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)