Demi Investasi, PLN Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah

Demi membiayai kegiatan investasi kelistrikan, PT PLN (Persero) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya Rp 2,5 triliun, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar. Masa penawaran awalnya akan dilakukan selama tanggal 17-21 Juni 2013.

Jajaran direksi PLN

"Utang ini untuk membiayai investasi. Jadi, penggunaannya sangat positif, untuk jangka panjang," terang Nur Pamudji, Direktur Utama PT PLN (Persero), di Jakarta, Senin (17/6/2013).

Nur menyebutkan, jangka waktu obligasi konvensional ada dua, yakni tenor 7 dan 10 tahun. Sedangkan jangka waktu untuk ijarah adalah 7 tahun. Mengenai kupon, untuk obligasi konvensional dengan tenor 7 tahun sebesar 7,25-8,25 persen, sedangkan untuk yang bertenor 10 tahun sebesar 7,45-8,45 persen. Sementara kisaran cicilan imbalan ijarah dengan jangka waktu 7 tahun, yaitu sebesar Rp 72,5 juta-82,5 juta per Rp 1 miliar per tahun.

Obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan ini telah mendapat peringkat IdAAA dan IdAAA (sy) dari Pefindo. Perseroan pun berharap, izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan akan didapat pada tanggal 27 Juni mendatang. Setelah itu, PLN akan melakukan penawaran umum selama 1-2 Juli. Baru sesudahnya dilakukan pencatatan di Bursa Efek Indonesia, yakni pada 8 Juli.

Terkait penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini, PLN telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Untuk wali amanat, perseroan menyerahkannya kepada Bank Permata.

Nur pun menuturkan, perseroan memutuskan menerbitkan obligasi dalam bentuk rupiah karena menyesuaikan dengan penggunaannya. Kalau untuk belanja dalam rupiah maka obligasi diterbitkan dalam mata uang yang sama. "Ini akan kami belanjakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi. Itu komponen rupiahnya sangat dominan, karena peralatan jaringan transmisi dan distribusi ini hampir semua komponennya adalah produk dalam negeri sehingga belanjanya bisa dalam rupiah," jelas dia. Di mana, kegiatan investasi tersebut rencananya akan dilakukan di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sebagai informasi, total penerbitan untuk penawaran umum berkelanjutan sebanyak-banyaknya Rp 10 triliun untuk obligasi, dan maksimum Rp 2 triliun untuk sukuk ijarah. Dan hingga kini, PLN telah menerbitkan obligasi konvensional rupiah sebanyak 12 kali dan obligasi syariah lima kali, dengan total nilai Rp 18,78 triliun, serta global bonds sebanyak enam kali dengan nilai total US$ 6 miliar. Perseroan pun mengklaim telah melakukan kewajiban pembayaran obligasi tepat pada waktunya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)