DP 0% KPR Rumah dan Mobil, Aji Mumpung atau Justru Hati-hati?

Ilustrasi rumah sederhana

Kebijakan pemerintah untuk membuat DP 0% untuk rumah dan mobil memang terlihat sangat menggiurkan.  Tapi apakah kesempatan ini harus langsung kita ambil? Perhatikan terlebih dahulu hal – hal berikut ini agar Anda tidak salah langkah.

Bagi Anda yang sudah mempersiapkan dananya sejak beberapa tahun terakhir untuk membeli rumah, maka Anda bisa manfaatkan momentum ini jika ingin membeli properti. Tetapi, tentu kebijakan ini ada plus dan minusnya. Dengan DP 0%, angsuran bulanan yang dibayarkan akan lebih besar dibandingkan rumah dengan DP.

Seperti yang kita ketahui, membeli rumah dan mobil tidak semudah membeli kacang rebus. Diperlukan persiapan yang matang dari segi keuangan. Perlu perencanaan keuangan yang baik dan dipersiapkan sejak jauh – jauh hari. Jangan sampai melihat peluang ini, lalu menjadi impulsif.

Meskipun Anda sudah menabung uang untuk rumah dan mobil, namun jika saat pandemi seperti serkarang ini keuanganmu tidak stabil lebih baik ditunda dahulu. Terlebih lagi jika Anda memiliki utang, pekerjaan yang tidak stabil, dan memiliki pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pendapatan. Jika hal seperti ini terjadi, sebaiknya Anda fokus untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Lantas, kebijakan ini diperuntukkan untuk siapa? Tentu, pemerintah berupaya agar meningkatkan lagi roda perekonomian untuk menjaga stabilitas negara. Kebijakan ini pastinya diperuntukkan untuk memudahkan masyarakat juga di tengah pandemi. Kalau Anda memiliki kriteria berikut, maka Anda bisa memanfaatkan momen DP 0% untuk rumah dan mobil.

  1. Keadaan keuanganmu aman
  2. Memiliki kemampuan membayar cicilan sesuai tenor pinjaman
  3. Membutuhkan rumah dan mobil untuk tujuan yang produktif
  4. Rumah dan mobil menjadi kebutuhan mendesak untuk melanjutkan hidup

Jika Anda memenuhi kriteria di atas, selamat! Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli rumah dan mobil.

Lalu, apa yang perlu diperhatikan ketika ingin membeli rumah dan mobil DP 0%?

Pertama, lakukan financial check - up. pastikan arus kas bulananmu positif, memiliki dana darurat yang cukup, serta memiliki rasio utang dibawah 35%.

Kedua, sesuaikan cicilan dengan kemampuan bayar. lakukan simulasi KPR dan KKB pada kalkulator dari website bank yang tersedia. Jika penghasilan Anda saat ini masih kecil untuk bisa mengangsur sesuai dengan skema yang Anda inginkan, Anda bisa mengubah asumsi untuk tenor pinjaman, jumlah DP, dan suku bunga dari produk KPR / KKB yang tersedia di pasaran. 

Ketiga, perhatikan dalam masa tenor cicilan Anda, Anda apakah ada tujuan - tujuan keuangan penting, seperti pernikahan, dana pendidikan anak, dll.  Jangan sampai karena mengambil kredit dan cicilan per bulannya terlalu besar, lalu Anda sampai mengabaikan alokasi investasi untuk tujuan keuangan tersebut. Coba hitung juga besaran alokasi investasi yang Anda perlu persiapkan secara paralel dengan pelunasan KPR atau KKB. 

Keempat, penting untuk track record credit.  Jika Anda sebelumnya pernah memiliki riwayat kredit di perbankan (KK, KTA, Kredit multiguna, dll), maka sebaiknya Anda melakukan BI checking (sekarang SLIK checking). Anda dapat melakukan BI checking pada laporan tagihan kartu kredit, profile di internet banking, atau bisa juga bertanya pada customer service bank. 

Kelima, Jika Anda memiliki kesulitan mengenai rencana KPR, jangan ragu berencana pada profesional seperti perencana keuangan atau account officer KPR/KKB yang dapat dipercaya. (Mutiara Ramadhanti)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)