Edhi S Widjojo, Pentingnya Investasi Sedini Mungkin

Edhi S Widjojo

Berlatar pendidikan Teknik Sipil, tidak mesti membuatnya bekerja di perusahaan konstruksi. Passion-nya terhadap dunia keuangan membuatnya memilih kata hatinya dan kini dia pun menduduki posisi Presiden Direktur AXA Asset Management Indonesia. Pria yang memiliki nama panjang Edhi S Widjojo ini sempat bekerja selama tiga setengah tahun sebagai kontraktor sebelum melanjutkan pendidikan magisternya di bidang keuangan.

Terkait jenjang kariernya yang melesat di bidang keuangan, Edhi juga sempat bekerja di perbankan, perusahaan sekuritas dan terakhir ia melabuhkan hatinya dalam asset management di MLC yang kemudian diakuisisi oleh AXA.

Selain menjabat posisi strategis di AXA, Edhi juga memegang amanah sebagai grader CFA (Chartered Financial Analyst) yang berkantor pusat di Amerika. Grader CFA bertugas melakukan seleksi terhadap wakil manager investasi untuk menjadi fund manager. Dari total 700 grader CFA, Ia merupakan salah satu dari empat orang Indonesia yang memegang amanah tersebut.

Sebagai Presiden Direktur, ayah dua anak ini bertanggung jawab mengurus investasi AXA serta nasabah yang memiliki unit link ataupun reksa dana. Edi mengatakan,”Intinya mengelola asset orang. Selain itu kami berhubungan dengan regulator”.

Tugasnya dalam menangani investasi, membuatnya menekankan pentingnya berinvestasi sedini mungkin. Ia mengatakan,”Investasi itu penting sekali. Istilahnya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Nantinya sudah pensiun baru menyesal jika tak melakukannya. Selalu kita menunda investasi yang bertujuan semacam menabung. Namun menabung berbeda dengan investasi. Menabung hanya akan mendapatkan bunga sekitar 2% dalam setahun dari inflasi yang sekitar 7%. Jika hal tersebut terjadi uang kita akan berkurang 5% secara rata-rata”.

Tujuan investasi pada hakikatnya yaitu supaya uang yang dimiliki tidak tergerus inflasi bisa berkembang lebih cepat. Saat ini investasi yang sedang berkembang yaitu saham. Dalam 5 tahun terakhir return yang terbesar yaitu saham diikuti obligasi, emas dan deposito. “Semakin mapan usia seseorang, porfolio investasi pribadi harus semakin konservatif seperti obligasi pemerintah dan lainnya”, tutup Edhi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)