Gaya Tasya Diversifikasi Aset

Tasya Kamila berinvestasi sejak SMA. (Foto : Arsip Tasya Kamila).

Artis Tasya Kamila sejak tahun 2008 menyisihkan penghasilannya untuk berinvestasi di berbagai instrumen investasi, yakni saham, reksa dana, dan obligasi ritel. "Waktu itu, saya masih bersekolah di SMA, saya diajarkan almarhum papa untuk memulai investasi," ujar Tasya saat diihubungi SWA Online di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Tasya rutin menyisihkan penghasilan yang diperoleh dari honor menyanyi, model iklan, berakting di film dan sinetron. "Sekitar 10-20% dari jumlah total penghasilan tiap bulan," tutur Tasya merincikan persentase dana yang diinvestasikannya itu.

Wanita bertubuh mungil ini menyebar asetnya di berbagai produk investasi yang bertujuan untuk melakukan diversifikasi aset serta mengelola risiko berinvestasi. Penyanyi serta aktris bernama lengkap Shafa Tasya Kamila ini senantiasa menambah modal untuk membeli saham, reksa dana, atau obligasi ritel. Tingkat risiko berinvestasi saham, reksa dana serta obligasi itu bervariasi, yakni berisiko tinggi, sedang, dan rendah.

Adapun, saham-saham yang dibelinya adalah saham unggulan."Saya rutin membeli saham, ibaratnya menabung saham, saya tidak terlalu memperhatikan detil pergerakan harga saham karena saya mempercayakan fund manager untuk mengelolanya," ungkap Tasya menjabarkan kiat berinvestasinya. Tasya membuka rekening efek di perusahaan sekuritas. Tujuan Tasya berinvestasi adalah mengembangbiakkan nilai asetnya dalam jangka menengah-panjang.

Lantaran demikian, Tasya tidak terlalu aktif melakukan trading harian atau mingguan.  Biasanya, pialang saham menelpon Tasya untuk meminta persetujuan menjual atau membeli saham tertentu ketika harganya dalam tren positif atau terdiskon. Ketika harga sahamnya naik dalam setahun, maka Tasya segera melakukan aksi ambil untung (profit taking). "Target return sekitar 10% hingga 20% per tahun," imbuhnya. Capital gain yang diperolehnya itu diinvestasikan kembali, antara lain menambah modal ke reksa dana.

Untuk reksa dana, Tasya membelinya di sejumlah perusahaan manajemen aset. "Di Ashmore, Schroders, dan BNP Paribas," sebut wanita kelahiran 22 November 1992 ini. Ister dari Randy Bachtiar ini memiliki reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. "Berinvestasi saham dan reksa dana itu seperti mendapat passive income karena dana saya dikelola fund manager, saya tinggal menunggu capital gain-nya aja," ujar Tasya.

 

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)