HSBC, Bank Pertama yang Pasarkan Manulife Saham SMC Plus

Sebagai salah satu upaya untuk selalu memenuhi kebutuhan nasabahnya, HSBC dan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) baru-baru ini menandatangani perjanjian pemasaran reksa dana Manulife Saham SMC Plus. HSBC mulai memasarkan reksa dana ini kepada para nasabahnya pada tanggal 21 Agustus 2013.  Reksa dana Manulife Saham SMC Plus memanfaatkan strategi investasi yang fleksibel yang dirancang untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari investasi di saham-saham small mid cap.

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengumumkan rencana peluncuran produk reksa dana baru, Manulife Saham SMC Plus. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengumumkan rencana peluncuran produk reksa dana baru, Manulife Saham SMC Plus.

Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, mengutarakan bahwa HSBC menjadi bank pertama yang memasarkan reksa dana Manulife Saham SMC Plus. “"Kami percaya, dengan luasnya jangkauan pemasaran dan besarnya jumlah nasabah yang dimiliki oleh HSBC akan melengkapi penjualan ritel yang dilakukan oleh tenaga pemasar MAMI,” ujar Legowo.

Steven Suryana, Head of Wealth Management HSBC Indonesia mengatakan, “Kami memiliki komitmen untuk menyediakan beragam pilihan produk dan layanan yang berkualitas tinggi untuk membantu para nasabah kami dalam berinvestasi guna mewujudkan masa depan keuangan yang lebih baik.”

HSBC2Dia lalu menuturkan, “Saat ini reksa dana saham masih menjadi pilihan investasi yang paling diminati oleh para nasabah di HSBC. Oleh karena itu, kami merasa bangga menjadi bank pertama di Indonesia yang dapat bekerja sama dengan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia dalam memasarkan reksa dana Manulife Saham SMC Plus.  Hadirnya reksa dana Manulife Saham SMC Plus akan melengkapi pilihan produk yang kami tawarkan kepada para nasabah.”

Legowo menyebutkan, fokus utama reksa dana Manulife Saham SMC Plus adalah untuk mengambil keuntungan dari peluang investasi di saham-saham small mid cap, yang memiliki risiko lebih tinggi daripada saham-saham big cap, akan tetapi memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dalam jangka waktu investasi yang lebih panjang. “Strategi investasi reksa dana ini memiliki fleksibilitas yang memperbolehkan dilakukannya investasi di saham-saham big cap, yang memungkinkan reksa dana ini untuk merespon terhadap perubahan kondisi pasar,” paparnya. Manulife Saham SMC Plus mengalokasikan 80-100% dari aset yang dikelola untuk diinvestasikan di instrumen saham dan 0-20% di instrumen pasar uang dalam negeri.

Dengan kerja sama ini, HSBC memasarkan 9 produk reksa dana kelolaan MAMI, yaitu Manulife Indonesia Money Market Fund, Manulife Dana Tetap Pemerintah, Manulife Obligasi Negara Indonesia II, Manulife Dana Campuran II, Manulife Dana Saham, Manulife Greater Indonesia Fund, Manulife Saham Andalan, Manulife Pendapatan Bulanan II, dan Manulife Saham SMC Plus. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)