IPO, Salah Satu Cara Multipolar Mantapkan Bisnisnya

Bisnis di bidang teknologi informasi (TI) di Indonesia terus menggeliat. Para pemain di industri itu pun memantapkan bisnisnya. Perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai system integrator terkemuka di Indonesia, yakni PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), tak mau ketinggalan untuk memperbesar jangkauan bisnisnya. Sebagai salah cara mewujudkan itu, perseroan lantas melakukan penawaran umum perdana saham alias IPO.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) adalah salah satu dari tiga perusahaan yang resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia pada Senin (8/7/2013).

Hari ini, Senin (8/7/2013), perusahaan resmi mencatatkan saham (listing) di papan utama Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MLPT. Dari total 1,875 miliar saham dengan nominal Rp 100 per saham yang dicatatkan, perseroan melepas 375 juta saham baru ke publik, atau sebanyak 20 persen dari total modal disetor. Harga saham yang ditawarkan Rp 480 per lembarnya. Dari IPO itu, MLPT meraup dana Rp 180 miliar, yang bakal digunakan untuk meningkatkan kinerja perseroan.

"Perseroan ingin mencapai transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas dalam setiap kegiatan operasionalnya. Dengan membuka akses ke pasar modal diharapkan akan didapat lebih banyak fleksibilitas pengembangan usaha yang lebih pesat lagi, sejalan dengan visi menjadi penyedia jasa teknologi terkemuka," terang H Muladi, Presiden Komisaris MLPT, di Bursa Efek Indonesia.

Sebagai informasi, MLPT adalah perusahaan yang bergerak di bidang TI dalam kurun waktu hampir 4 dekade. Cakupan bisnis perseroan terbilang lengkap, meliputi layanan konsultasi, integrasi, hingga pengelolaan sistem TI. Kini perseroan menargetkan menggarap peluang yang ada di sektor telekomunikasi, sumber daya alam, dan komersial, termasuk juga mempertahankan kepemimpinan di sektor perbankan.

Dalam kesempatan yang sama, Wellianto Halim, Wakil Presiden Direktur MLPT yang bertanggung jawab terhadap pengembangan produk, menyebutkan, sektor TI adalah lahan yang prospektif dengan pertumbuhan yang positif. "Investasi TI sudah mulai diperhitungkan sebagai aset strategis untuk meningkatkan kinerja dan menghasilkan layanan berkualitas. Hal ini tentunya mendorong permintaan end-to-end solution, yang mencakup perangkat keras, sistem aplikasi, implementasi aplikasi inti, tata kelola IT, hingga IT Outsourcing," papar dia.

Melihat permintaan yang demikian, perseroan terus berinovasi dan memperkuat portofolio solusi dengan menyediakan solusi yang end to end, termasuk layanan total IT Outsourcing berskala nasional dan solusi pembayaran berbasis mobile melalui anak usahanya VisioNet.

Misalnya, di sektor perbankan, perseroan belum lama ini meluncurkan solusi mobile banking dan mobile analytics. Layanan konsultasi TI perseroan pun sudah menerapkan metodologi dan SOP berstandar internasional, dengan salah satu solusinya adalah Enterprise Project Management untuk pengelolaan proyek.

"Dengan konvergensi TI dan telekomunikasi menjadi ICT, dan sekarang menjadi TMT (Technology-Media-Telecommunications), MLPT melihat peluang sebagai penyedia solusi TMT di Indonesia," tandas Wellianto. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)