Jangan Ditunda, Rencanakan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Seiring dengan kemajuan zaman, biaya pendidikan pun semakin mahal. Kebutuhan anak pun kian meningkat. Jika sebelum tahun 2000, anak – anak bersekolah hanya membutuhkan buku, seragam, uang jajan. Sedangkan kini, setiap anak harus memiliki gawai dan kuota untuk menunjang pendidikannya. 

Hal ini acap kali menjadi kesulitan tersendiri bagi orang tua, terlebih yang kondisi keuangannya tidak terlalu baik. Tetapi, tentu orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Hingga tidak jarang sampai ada orang tua yang berutang untuk menyekolahkan anaknya. Sebenarnya sangat disayangkan jika orang tua sampai harus meminjam uang untuk pendidikan anak. 

Maka dari itu, sebaiknya orang tua sudah merencanakan dana pendidikan anak sejak jauh – jauh hari. Agar ketika anak membutuhkan biaya besar untuk sekolahnya, orang tua sudah memiliki dananya.

Perencana keuangan Finansialku, Ninet Dangirani, CFP® membagikan tips merencanakan dana pendidikan anak sebagai berikut

#Tentukan dimana anak bersekolah

Hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mencari sekolah untuk anak. Apakah anak akan bersekolah di sekolah negeri atau swasta? Apakah lokasinya jauh atau dekat dari rumah? Apakah ada kriteria khusus seperti keagamaan? Dan banyak pertimbangan – pertimbangan lain. Semua ini perlu dilakukan di awal agar orang tua dapat menghitung estimasi dana pendidikan yang dibutuhkan.

#Riset biaya sekolah

Setelah mengetahui sekolah mana yang akan dituju, buatlah rincian biayanya. Kemudian, perhitungkan juga kelas tambahan. Seperti les musik, olahraga, kelas bahasa inggris, dan sebagainya. Jangan lupa untuk selalu mencatat dan memperbaharui daftar harga dari sekolah yang diimpikan.

#Hitung biaya inflasi

Setelah meriset biaya sekolah, orang tua harus menghitung berapa inflasi dana pendidikan. Caranya dengan menghitung usia anak saat ini dan berapa tahun lagi anak akan mendaftar sekolah. Biaya pendidikan di Indonesia rata-rata berkisar 10-15%, untuk menghitung biaya inflasi. Agar mempermudah perhitungan dana pendidikan, orang tua bisa menggunakan aplikasi perencanaan keuangan, salah satunya aplikasi Finansialku.

#Periksa kemampuan finansial

Setelah menghitung estimasi pendidikan anak, sesuaikan dengan kondisi keuangan orang tua. Karena sudah memiliki gambaran, Anda bisa mengetahui banyaknya uang yang wajib ditabung untuk menyekolahkan anak. Apakah dengan kondisi keuangan keluarga saat ini dapat memenuhi dana pendidikan? Atau apa orang tua harus mencari penghasilan tambahan? 

#Ketahui kebutuhan keluarga

Setiap keluarga pasti memiliki kebutuhan lainnya diluar pendidikan anak. Maka, sebaiknya buat perhitungan yang matang. Kemungkinan jumlah anak bertambah pun harus diperkirakan. Selain itu, kenali apakah kebutuhan dana pendidikan ini dibutuhkan dalam waktu dekat atau jangka panjang. Karena berbeda kebutuhan maka berbeda cara mengatasinya. Jika kebutuhan pendidikan jangka pendek, 2 – 5 tahun kedepan, gunakan tabungan pendidikan. Sedangkan untuk jangka panjang, orang tua dapat memilih asuransi pendidikan.

#Ketahui produk keuangan penunjang dana pendidikan

Seperti yang sudah disinggung dalam poin sebelumnya ada 2 produk keuangan yang biasa digunakan untuk dana pendidikan, asuransi dan tabungan pendidikan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dalam mengatur dana pendidikan. Keputusan menggunakan keduanya atau salah satunya saja pun tidak ada masalah. Yang terpenting orang tua harus paham produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Demikian strategi yang dapat dicoba untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Karena mempertimbangkan jumlahnya yang besar serta urgensinya, lebih baik orang tua tidak menunda persiapan dana pendidikan anak. (Mutiara Ramadhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)