Johannes Setiadharma Tambah Kepemilikan Saham Garudafood

Johannes Setiadharma. (Foto :Garudafood)

Johannes Setiadharma membeli saham PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) sebanyak 3.400 saham. Transaksi pembelian saham GOOD ini tercatat pada 3 Februari 2020 di harga Rp 1.310 per saham. Dengan demikian, Johannes merogoh koceknya sebesar Rp 4,45 juta untuk membeli saham perusahaan yang dikenal dengan sebutan Garudafood itu.

Merujuk keterbukaan informasi pada awal pekan ini, pembelian saham itu menambah jumlah kepemilikan Johannes di saham GOOD menjadi 4.112.700 saham dari sebelumnya 4.109.300 saham. "Tujuan transaksi untuk investasi," tulis Johannes dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip SWA Online di Jakarta (13/2/2020). Jumlah saham GOOD yang digenggam Johannes ini melonjak apabila dibandingkan tahun 2018. Saat itu, Johannes menggenggam saham GOOD sebanyak 26.700 saham. Pasca pembelian saham itu, maka nilai aset Johannes di saham GOOD senilai Rp 5,38 miliar pada penutupan perdagangan di 3 Februari tahun ini.

Johannes tercatat sebagai Direktur GOOD sejak tahun 2015. Pria kelahiran April 1971 ini meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Ia menyandang gelar Magister Manajemen setelah merampungkan kuliah pasca sarjana (S-2) di Fakultas Keuangan & Perbankan, Universitas Indonesia (199). Johannes berkarier di GOOD sejak tahun 1997 sebagai Finance Manager hingga tahun 2004. Kariernya berlanjut sebagai Tax Manager (2004-2006) hingga menjabat Direktur Supply Chain GOOD di tahun 2015. Mantan auditor di Kantor Akuntan Publik Prasetio, Utomo & Co (1993-1997) ini tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham, direksi atau dewan komisaris perseroan.

GOOD didirikan pada 1994. Perusahaan makanan dan minuman ini memproduksi makanan ringan, biskuit, dan susu UHT, antara lain Kacang Garuda, Chocolatos, atau Clevo. Garudafood pada 10 Oktober 2018 melaksanakan penawaran umum perdana saham atau IPO dengan melepas 10,34% atau 762,84 juta saham ke publik dan memperoleh dana segar senilai Rp 972,33 miliar. Ketika IPO itu, harga perdana GOOD ditetapkan sebesar Rp 1.284 per saham. Ketika listing di BEI, harganya melonjak sebesar 49,81%, atau naik menjadi Rp 1.925 dari harga perdana Rp 1.284/saham. Pada penutupan perdagangan di Rabu pekan ini harganya bertengger di level Rp 1.320. Harga saham GOOD di tahun berjalan hingga 12 Februari 2020 (year to date) turun 12,58% dari Rp 1.510 per saham. 

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)