Kisaran Harga Saham Perdana Multipolar Technology Rp 425-500

Grup Lippo makin gencar berekspansi. Setelah pada Mei lalu sukses mengantar salah satu anak usahanya, PT Bank National Nobu Tbk. ke lantai bursa, kini Lippo tengah menggelar hajatan IPO untuk PT Multipolar Technology.

Multipolar Technology merupakan anak usaha Grup Lippo yang bergerak di bidang penyedia teknologi yang terintegrasi. Bidang usahanya terdiri dari empat sektor yakni consulting service, hardware infrastructure, layanan dan solusi TI, serta software solusi.

Perseroan nantinya akan menggunakan kode bursa MLPT. Saham yang ditawarkan ke publik sebanyak 375 juta lembar dengan nominal Rp 100 per saham, atau 20% dari jumlah modal disetor.

"Setelah IPO ini maka struktur pemegang saham MLPT menjadi 20% dimiliki oleh masyarakat dan 80% dimiliki oleh pemegang saham pendiri," ujar Harijono Suwarno, Presiden Direktur PT Multipolar Technology, di Jakarta, Senin (17/6).

Dalam pelaksanaan IPO ini MLPT menjunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Proses book building dimulai hari ini, Senin 17 Juni 2013 sampai 21 Juni 2013. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Juni 2013, masa penawaran umum 1-2 Juli 2013 dan pencatatan di bursa dilakukan pada 8 Juli 2013.

Dengan melepas 375 juta saham ke publik, perseroan berharap mandapat dana segar sekitar Rp 159,37 miliar - Rp 187,50 miliar. “Dana hasil IPO tersebut sebanyak 28% nya akan digunakan untuk belanja modal tahun 2013-2014,” ucapnya.

Selain untuk belanja modal, sebagian dana hasil IPO yaitu sebesar Rp 46,5 miliar akan digunakan sebagai pembayaran utang kepada pemegang saham perseroan yaitu PT Multipolar Tbk. Yang jatuh tempo pada 30 Desember 2013. Sisa dana hasil IPO untuk modal kerja seperti biaya operasional berupa pembelian persediaan, gaji karyawan, biaya administrasi, biaya perluasan ruang kerja, biaya pemeliharaan kantor, pembayaran jasa konsultan dan pengadaan peralatan kerja.

Sebagai catatan, MLPT pada 2012 mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,3 triliun, naik dari penjualan bersih 2011 yang sebesar Rp 1 triliun. Laba kotor Rp139 miliar, naik dari Rp 68,2 miliar di 2011 dan laba bersih sebesar Rp 28 miliar, naik dari Rp 3,4 miliar di 2011. Sedangkan aset hingga akhir 2012 tercatat Rp 1 triliun, naik dari Rp 809, 9 miliar di 2011. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)