Lotteria Tawarkan Kemitraan Bermodal Awal Rp1,5 Miliar

Setelah hadir hampir dua tahun di Indonesia (sejak Oktober 2011), PT Lotteria Indonesia, operator gerai fast food  Lotteria yang merupakan bagian dari kelompok bisnis ritel asal Korea Selatan Lotte Group, menawarkan kerja sama untuk mengembangkan gerai restoran cepat saji Lotteria melalui sistem kemitraan dengan investasi awal Rp 1,5 miliar.

“Ini merupakan kemitraan revenue sharing,”  kata Vice President Director Lotteria Indonesia , Goenardjodi Goenawan, melalui sambungan telepon pada Senin (3/6). Jadi, lanjut Goenawan, kemitraan ini bukan termasuk dalam kategori franchise atau business opportunity. Ia menjelaskan, misalnya ada investor yang memiliki ruko dengan lahan parkir yang cukup luas yang cukup untuk 10 kendaraan, pihaknya siap bekerja sama.

“Pihak investor membayar ke kami sebesar Rp 1,5 miliar, kami akan menggunakan tempat investor tersebut untuk operasional Lotteria,” kata Goenawan yang juga menjelaskan bahwa semua hal terkait pengelolaan dilakukan oleh pihak Lotteria dan pihak investor akan mendapat imbal hasil sebesar 15%-18% dari omset tiap bulannya bagi investor yang memiliki properti jadi (macam ruko) dan sebesar 5% bagi investor yang hanya memiliki tanah.

Khusus bagi pemilik ruko, Goenawan menjelaskan pola kemitraan itu dipersyaratkan bagi pemilik ruko yang telah menyelesaikan sebagian atau lebih dari 50% fasilitas kredit pembelian properti yang diberikan. "Atau ruko itu sudah milik pribadi dengan cara dibeli tunai," ungkapnya. Goenawan mengatakan pihaknya menjamin pola kemitraan tersebut akan memberi imbal hasil hingga Rp 600 juta dalam kurun waktu tiga tahun.

Goenawan melanjutkan, investasi awal sebesar Rp1,5 miliar dipakai untuk melakukan penataan dan dekorasi ruangan, termasuk biaya pemasaran. "Ruko tetap menjadi hak investor," imbuhnya. Hanya saja, dia menjelaskan, pemilihan lokasi tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan pola kemitraan ini.

Dia memproyeksikan pendapatan yang dapat diperoleh investor berkisar Rp 240 juta— 1,2 miliar per tahun dengan asumsi pendapatan antara Rp 100 juta — 500 juta dalam satu bulan. Lotteria merupakan gerai makanan dan minuman cepat saji yang menggurita di negara asalnya Korsel. Tak kurang 1.100 gerai Lotteria tersebar di negara tersebut. Hingga Mei 2013, Lotteria telah memiliki 22 gerai yang tersebar di kawasan Jabodetabek.

Dia optimistis dengan pola kemitraan yang dikembangkan ini akan membawa brand Lotteria semakin dikenal masyarakat, termasuk memberi peluang bisnis baru kepada para pemilik modal di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)