Mahasiswa Juga Perlu Bikin Rencana Keuangan

Foto ilustrasi: Mahasiswa Universitas Indonesia

Menjadi mahasiswa tandanya kamu sedang melewati transisi remaja menuju dewasa. Jiwa muda yang penuh semangat ditambah pergaulan yang semakin luas membuat kamu rasanya ingin selalu mengikuti perkembangan terkini. Bahkan sampai dikenal istilah FOMO atau fear of missing out yang artinya ketakutan akan ketinggalan tren yang berlangsung atau khawatir yang berlebihan jika tidak mengikuti perkumpulan bersama teman sepermainan. Sebetulnya sah – sah saja apabila kamu ingin menikmati masa muda dengan bersenang – senang. Asal tidak mengganggu kuliah dan masa depanmu.

Namun, ada satu permasalahan yang sering sekali dihadapi mahasiswa, apalagi yang tinggal di tanah rantau. Masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah keuangan. Tidak sedikit kasus mahasiswa kehabisan uang di akhir bulan. Sedangkan masih banyak keperluan kuliah dan kebutuhan sehari – hari yang harus dipenuhi. Pada fase ini biasanya mahasiswa mulai merasa malu untuk meminta uang jajan kepada orang tua, tapi belum bisa menghidupi diri sendiri. Ketika kamu menjadi mahasiswa, maka uang jajan yang diberikan adalah tanggung jawab kamu. Kamu diberikan wewenang dan kebebasan dalam mengelola uangmu sendiri. 

Maka dari itu, sebaiknya para mahasiswa mulai mengatur keuangannya agar tidak ada lagi momok akhir bulan. Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan membuat perencanaan keuangan. Bagaimana caranya? Yuk, simak penuturan perencana keuangan Finansialku, Rizqi Syam, CFP® tentang langkah – langkah menyusun rencana keuangan ala mahasiswa!

#1 Tentukan pengeluaran

Mulai dengan uraikan apa saja kebutuhan pokok tetap yang pasti dikeluarkan setiap bulan. Misalnya, uang sewa kos, transportasi, toiletries, biaya kegiatan perkuliahan seperti tugas atau praktikum dan sebagainya. Setelah itu, hitung berapa sisa uang bulanan kamu setelah dikurangi dengan pengeluaran tetap yang telah diuraikan tadi. Kemudian, sisa uang tersebut dibagi untuk 30 hari. Contoh, setelah uang bulanan dikurangi pengeluaran pokok tetap, sisa uang kamu adalah Rp1.200.000,00,- lalu dibagi 30 hari. Maka, kamu maksimal mengeluarkan uang Rp40.000,- dalam sehari untuk makan.

#2 Cari pemasukan tambahan

Manfaatkan waktu luang kamu untuk mencari penghasilan lebih. Kamu bisa mengambil part time sebagai kasir, barista atau pramuniaga. Menjadi freelancer juga salah satu opsi yang dapat kamu lakukan. Selain mendapatkan tambahan uang jajan, kamu juga dapat memperluas relasi, menambah pengalaman, dan mendapatkan bekal ilmu untuk sebelum terjun langsung di dunia kerjai.

#3 Jangan takut memulai investasi

Buang pikirian jauh – jauh bahwa investasi membutuhkan uang banyak. Kini mahasiswa pun bisa berinvestasi melalui berbagai platform investasi digital. Tidak sampai jutaan, kamu bahkan dapat berinvestasi hanya dengan seratus ribu, lho! Tetapi, tentu kamu harus mempelajari apa itu investasi dan jenis investasi apa yang cocok untukmu. Reksa dana termasuk jenis investasi yang sering dipilih pemula karena risiko yang rendah. Jenis investasi ini cocok bagi mahasiswa yang baru memulai dan tidak memiliki modal banyak. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang investasi kamu bisa mengunduh aplikasi Finansialku karena banyak sekali materi tentang investasi dalam bentuk e-book dan audiobook

#4 Hidup hemat

Berkaitan dengan poin pertama tadi, jika kamu memiliki sisa uang dari jatah harian kamu masukkan ke dalam tabungan. Hal lain yang bisa dilakukan, yaitu memilih produk yang lebih murah dengan kualitas yang tak kalah bagus. Membeli kebutuhan yang sedang diskon juga termasuk cara berhemat. Memangkas anggaran untuk kebutuhan pokok pun bisa dilakukan. Misalnya, manfaatkan fasilitas Wi-fi yang tersedia di kampus, sehingga kamu dapat mengurangi biaya kuota. Kurangi pengeluaran yang bukan prioritas. Belajar berhemat sama dengan belajar mengontrol diri dari hawa nafsu.

#5 Dana tabungan dan dana darurat

Dua hal ini mungkin tidak ada di benak para mahasiswa. Kenyataannya, dua hal ini akan sangat membantu mahasiswa ketika suatu saat terjadi hal diluar dugaan. Diantaranya jika mengalami kecelakaan, sakit, handphone atau laptop rusak, dsb. Selain itu, mahasiswa pun sering melakukan aktivitas yang memerlukan biaya, seperti karyawisata, kepanitiaan, lomba, uji sertifikasi, dan lainnya. Hal – hal tersebut tentu memerlukan biaya yang lumayan. Kalau kamu memiliki tabungan dan dana darurat, maka kejadian itu tidak terlalu membuatmu khawatir. 

Itu dia langkah – langkah yang bisa mencegahmu dari kemelaratan di akhir bulan. Langkah terpenting adalah kedisiplinan dan konsistensi dalam mengikuti rencana keuangan yang telah kamu buat. (Mutiara Ramadhanti/Grace)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)