Majoris Ramaikan Industri Manajer Investasi

Sebagai wujud komitmen untuk turut berpartisipasi mengembangkan pasar modal di Indonesia, PT Majoris Asset Management, perusahaan manajer investasi diluncurkan dengan kegiatan utamanya mengelola reksa dana, portofolio efek nasabah, serta kegatan lainnya sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Pasar modal yang likuid dan efisien menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ungkap Direktur Utama, Majoris Zulfa Hendri.

Majoris

Saat ini kapitalisasi pasar modal Indonesia masih dinilai relatif kecil dan kurang likuid. Menurut data, per akhir Desember tahun lalu, kapitalisasi pasar modal Indonesia batu berkisar 52,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), bila dibandingkan dengan rata-rata dunia 85,4% dan negara tetangga Asia lainnya seperti Singapura (188,8%), Filipina (94,4%), Thailnad (107,4%), dan Malaysia (144,6%).

Selain itu, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Mei 2015, jumlah investor pasar modal baru mencapai 240 ribu orang dengan jumlah rekening sekitar 480 ribu atau dengan kata lain baru sekitar 0,1% dari total 251 juta penduduk Indonesia. “Dengan jumlah investor yang masih relatif kecil dan rasio berinvestasi yang masih rendah dibandingkan negara berkembang lainnya, ruang gerak pertumbuhan investasi dari dalam negeri masih memiliki potensi yang sangat besar,” jelasnya.

Menurut Zulfa, pihaknya terbilang paling cepat mengantongi izin dari OJK Perusahaan (Majoris) didirikan pada Juli 2015 dan sudah mendapatkan persetujuan dari OJK pada 27 Oktober 2015.

Saat ini, Majoris sudah memunyai 83 manajer aset. Dari jumlah itu, 56 persennya sudah mempunyai lisensi manajer investasi. Untuk tahap awal, kata Zulfa, pihaknya akan mengembangkan tiga bidang yakni riset, trading, dan litigasi. Pihaknya mengaku optimistis perusahaan yang dipimpinnya itu mampu merebut pasar industri reksadana.

Pada acara peluncuran Majoris ini juga dilakukan peluncuran perdana 2 Reksa Dana Majoris, yakni Majoris Saham Alokasi Dinamik Indonesia dan Majoris Obligasi Utama Indonesia dengan minimum pembelian awal sebesar Rp1 juta. Majoris memiliki visi untuk menjadi manajer investasi yang dipercaya investor dengan kunci keunggulan adalah profesionalisme dan konsistensi kinerja yang baik. “Untuk meweujudkannya, Majoris didukung oleh para profesional dalam bidang pasar modal, perbankan, dan sekor riil dengan pengalaman lebih dari 10 tahun,” ujarnya.

Acara peluncutan Majoris yang dilaksanakan di Financial Cuib Graha Niaga ini juga dihadiri oleh Dr. Muhammad Chatib Basri, sebagai Keynote Speaker yang memberikan paparan mengenai Economy Outlook 2016. Terkait investasi saham, Chatib menilai bahwa perlambatan ekonomi global berimbas pada saham-saham komoditas. Menurut pandangannya, investor mesti menaruh perhatian pada kemungkinan meningkatnya kredit macet (Non Performing Loan) pada sektor komoditas dan energi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)