Marcell Siahaan Bidik Untung Jangka Panjang

Pelantun lagu Firasat ini menjadi investor sejak tahun 2011. Marcell Siahaan menargetkan return yang tinggi agar bisa meraih untung, tetapi horison investasinya jangka panjang. Tahun lalu, imbal hasil portofolionya sudah naik dua kali lipat.

 

marcell_siahaan-3 Marcell Siahaan

Marcell Siahaan terpincut untuk memulai berinvestasi usai mendengar penjelasan dari salah satu koleganya yang berprofesi sebagai perencana keuangan (financial planner). Ketika itu, koleganya mengilustrasikan laju inflasi yang tinggi bisa berpotensi menggerus pendapatannya atau uangnya di tabungan konvensional. Salah satu dampak inflasi yang relatif tinggi adalah biaya pendidikan yang akan naik berlipat-lipat di masa mendatang.

 

Biaya pendidikan rata-rata naik 20% per tahun dan rata-rata inflasi di kisaran 8%. Nyali Marcell pun ciut jika mencermati laju inflasi dan biaya pendidikan yang grafiknya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sesungguhnya, mantan personel band Puppen ini rela merogoh koceknya dalam-dalam demi membiayai pendidikan putranya. Namun, musisi yang kerap kali berkepala plontos ini juga harus memikirkan pos pengeluaran lainnya agar neraca keuangan rumah tangganya berimbang, apalagi pendapatannya sebagai musisi bervariasi jumlahnya.

 

Beda halnya jika Marcell berinvestasi di beragam instrumen investasi yang return-nya berpeluang naik tinggi di kemudian hari. Karena itu, Marcell pun tak perlu berpikir lama lagi untuk menyisihkan sebagian penghasilannya dan menempatkan dananya di berbagai portofolio. Dia mengingatkan, mental investor itu tidak harus menunggu sampai punya banyak uang, tetapi, “Cukup berinvestasi sebanyak Rp 100-200 ribu pun kita sudah bisa berinvestasi,” ungkap Marcel mengenai saran koleganya yang menjadi perencana keuangan tersebut.

 

Alasannya berinvestasi adalah untuk mengantisipasi laju inflasi yang bisa menggerus pendapatannya, menyiapkan dana untuk dana pendidikan anak-anaknya, serta mempersiapkan masa tuanya. Ia pun menyisihkan pendapatan yang diperolehnya dari honor bernyanyi. Sebesar 30%-40% dari jumlah total pendapatannya disisihkan untuk investasi yang menawarkan imbal hasil menjanjikan. Sisanya, digunakan untuk pengeluaran bulanan.

 

Lantas, suami Rima Melati Adams ini mengalokasikan dananya di sejumlah instrumen investasi, salah satunya reksa dana saham. Marcell memercayakan uangnya dikelola oleh perencana keuangan pribadinya. “Tujuan saya berinvestasi untuk berjaga-jaga menghadapi kondisi sulit. Jadi, untuk proteksi sehingga nantinya saya dan keluarga bisa mempersiapkan diri hidup ‘pas-pasan’, maksudnya pas mau beli ini, pas lagi ada uangnya dan pas mau beli barang yang itu, juga uangnya pas,” tutur Marcell setengah berkelakar sambil melempar senyum.

Marcell Siahaan Marcell Siahaan

 

Marcell memilah-milah dananya untuk ditempatkan di tiga reksa dana saham. Alokasi penyebaran dananya dibagi rata, masing-masing sebesar 33,33%. Ia enggan menyebutkan nama perusahaan reksa dana saham yang dimilikinya. Namun, satu hal yang pasti, Marcell mengoleksi reksa dana saham dengan horison investasi jangka panjang. Ini selaras dengan tujuannya, yakni untuk membiayai pendidikan anak-anaknya di kemudian hari.

 

Ia memilih reksa dana saham karena tingkat spekulasinya relatif rendah dibanding mengoleksi saham di pasar modal. Dalam mengelola reksa dana sahamnya, Marcell mengacu pada filosofi tumbuh-tumbuhan. Alumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini menganalogikan reksa dana sahamnya seperti tumbuh-tumbuhan yang tidak bergerak horisontal, melainkan tumbuh ke atas seiring usia tanaman. “Saya biarkan uang saya di reksa dana saham tumbuh dan berkembang sendiri seperti pohon yang tumbuh rindang dan banyak daunnya,” ucapnya berfilosofi. Karena itu, Marcell tidak buru-buru menarik dananya (redemption) meski kinerja portofolionya positif. Sebaliknya, ia rutinmenyetor uangnya setiap bulan untuk investasi (regular monthly investment).

 

Marcell mengklaim dirinya sebagai investor konservatif, sehingga tidak menargetkan tingkat return yang agresif. Sebagai ilustrasi, jika return sudah mencapai 23%-25%, atau sesuai dengan ekspektasi, ia akan terus mempertahankan portofolionya dalam jangka panjang. Dengan begitu, ia tidak mudah memindah-mindahkan portofolionya dan berpeluang meraih imbal hasil yang optimal.

 

Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan independen, menyebutkan Marcell tergolong sebagai investor moderat jika ditilik dari profil portofolio, tingkat risikonya, target return, dan jangka waktu investasinya. “Makanya itu, target return reksa dana sahamnya tidak tinggi sekali. Ini cocok dengan profil dan gaya investasi Marcell yang pengetahuan investasinya masih baru dan menginginkan risiko investasi yang rendah agar pengelolaan dananya lebih aman, stabil dan berkesinambungan,” tutur Aidil seraya menyebutkan, hal itu sesuai dengan horison investasi jangka panjang yang dipilih Marcell.

 

Adapun investor agresif cenderung mencari return setinggi-tingginya, meski risikonya juga tinggi. Biasanya mereka ini adalah investor yang melek investasi dan literasi keuangannya sudah ideal. Mereka akan menambah portofolio lainnya walau rentan terhadap fluktuasi pasar, misalnya saham atau valas.

 

Opsi ini tidak dipilih Marcell karena ia tidak mau investasinya terguncang oleh fluktuasi pasar. Ia menyebutkan dirinya memilih investasi yang relatif aman dari gonjang-ganjing pasar. “Selain reksa dana saham, saya berinvestasi di logam mulia, asuransi dan properti yang risikonya lebih aman dan nyaman,” kata penggebuk drum Konspirasi, band beraliran grunge ini.

 

marcell_siahaan-2 Marcell Siahaan

Investasi dan proteksi menjadi pertimbangan Marcell berinvestasi di empat instrumen tersebut. Contohnya, asuransi yang memadukan asuransi jiwa dan investasi untuk berbagai tujuan seperti pendidikan anak, persiapan pensiun dan meraup return-nya.

 

Untuk properti, Marcell menyebutkan dirinya mencicil kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah tinggal satu unit. Jika cicilan KPR-nya selesai, Marcell ingin menjadikan rumahnya sebagai aset tak bergerak. Dihitung-hitung, portofolio Marcell cukup banyak dengan porsi alokasi dana yang bervariasi. “Tapi, sebagian besar investasi saya lebih banyak di reksa dana saham dan emas,” ia menerangkan.

 

Aidil mengatakan, investor dalam merencanakan investasinya harus memperhatikan tingkat risiko dan proyeksi return-nya. Untuk investor yang penghasilannya bervariasi, sebaiknya memilih reksa dana saham yang imbal hasilnya berpotensi tinggi dan jangka waktu investasinya panjang.

 

Aidil menilai, Marcell punya ruang gerak yang fleksibel untuk mengambil reksa dana saham dengan imbal hasil yang optimal. “Marcell adalah investor yang memilah-milah setiap tujuan investasinya, misalnya untuk biaya pendidikan dan menjadikannya sebagai passive income-nya melalui instrumen investasi yang berbeda-beda, horison investasinya juga lengkap dari jangka pendek sampai panjang,” Aidil menjelaskan.

Lantaran begitu, lanjut Aidil, investasi emas bisa menjadi pilihan yang digunakan untuk jangka pendek-menengah sebagai dana cadangan. Emas lebih likuid sehingga mudah dicairkan dalam waktu singkat. Saat ini harga emas cenderung turun seiring penurunan harga komoditas dunia. Harga emas pada 2011 sekitar Rp 400 ribu per gram, sedangkan harga per akhir tahun 2014 mencapai Rp 500 ribu per gram. “Ke depan, potensi harga emas naik masih ada walau saat ini harganya turun,” ucap lulusan Loyola Marymount University, Kalifornia, Amerika Serikat ini.

 

Bagi Marcell, emas memang dijadikan sebagai dana cadangan yang bisa digunakan setiap waktu jika tiba-tiba memerlukan biaya ekstra untuk kebutuhan yang mendadak. Marcell menginginkan investasi emas bisa digunakan sewaktu-waktu dalam jangka pendek-menengah. “Emas itu paling aman dan likuid. Jadi, kalau ada keperluan mendadak, saya mudah mendapatkan dana yang dibutuhkan,”ia berucap.

 

Aidil sependapat dengan Marcell mengenai manfaat berinvestasi emas. “Untuk yang penghasilannya bervariasi seperti Marcell, lebih baik berinvestasi di emas sebagai dana taktis dan dana cadangan,” katanya.

 

Lebih lanjut Aidil menyarankan agar Marcell rutin mengamati langsung perkembangan investasinya. Tujuannya, agar portofolionya disesuaikan dengan kondisi perekonomian terkini dan proyeksinya di masa mendatang. Menurut Aidil, perencana keuangan menerapkan strategi yang dinamis dan variatif sesuai dengan perubahan perekonomian domestik atau global.

 

Perubahan ekonomi memberikan opsi bagi Marcell untuk memilih strategi yang tepat dalam mengelola portofolionya. “Ke depan, strategi dan target investasi Marcell bisa disesuaikan dengan outlook ekonomi dan pasar modal,” ia menguraikan.

 

Aidil memprediksi, reksa dana saham di tahun-tahun mendatang masih prospektif sejalan dengan target pertumbuhan indeks saham di Bursa Efek Indonesia. “Semua pelaku pasar melihat pasar saham kita akan positif. Saya prediksi level indeks saham bisa mencapai 5.800-5.900 poin hingga akhir tahun ini,” ia menambahkan. Indeks pada perdagangan 2 Januari 2015 ditutup di level 5.242 poin.

 

Marcell juga optimistis reksa dana sahamnya akan tumbuh seiring kondisi pasar saham. Mengacu data PT Infovesta, return reksa dana saham hingga akhir tahun lalu mencapai 27,8%, melebihi pertumbuhan aset dasarnya (underlying asset), yakni Indeks Harga Saham Gabungan yang sebesar 22,2%. Historis return reksa dana saham dalam tiga tahun terakhir mampu melewati performa aset dasarnya itu.
Data tersebut setidaknya selaras dengan pertumbuhan investasi Marcell yang tercatat positif. “Perkembangannya stabil, walau tidak melonjak besar. Perkembangan investasi saya sudah naik 2-3 kali lipat,” ucapnya tanpa menyebutkan portofolionya.

 

Kenaikan investasinya itu membuat Marcell nyaman. Konsentrasinya bisa dicurahkan sepenuh hati untuk bekerja. Honornya dari panggung ke panggung tidak dihabiskannya dalam sekejap, melainkan dikelola dalam berbagai portofolio. Baginya keluarga adalah nomor satu. “Investasi adalah langkah preventif demi masa depan istri dan anak-anak,” ia menegaskan.

Reportase:Destiwati Sitanggang/Riset: Sarah Ratna

 BOKS:

 

Alokasi Penghasilan Marcell Siahaan

 

  • Investasi: 30%-40%
  • Pengeluaran rutin: 50%-60%

 

Portofolio Marcell Siahaan

 

  • Reksa dana saham dan emas: 50%-60%
  • Properti:       20%-30%
  • Asuransi: 10%-20%

 

Porsi Reksa Dana Saham

  • Reksa dana saham A:33,33%
  • Reksa dana saham B:33,33%
  • Reksa dana saham C:       33,33%

 

Horison Investasi

  • Jangka pendek-menengah: emas
  • Jangka panjang: reksa dana saham, asuransi, dan properti

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)