Pengeluaran Tidak Jelas, Berau Coal Energi Rugi

Tahun buku 2012, PT Berau Coal Energi Tbk menderita kerugian atas pengeluaran yang tidak  memiliki tujuan usaha jelas. Eko Santoso Budianto, Direktur Utama PT Berau Coal Energi Tbk menyatakan bahwa pihak managemen perusahaan kini tengah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga prosesnya masih berlangsung.

Agenda RUPS lainnya juga membahas tentang perubahan susunan dewan komisaris dalam perusahaan. Dalam hal ini, Sandiaga Uno yang telah mengundurkan diri sebagai Komisaris terdahulu digantikan dengan Nicholas von Scrhirnding sebagai Wakil Komisaris Utama dan Amir Sambodo sebagai Komisaris. Perubahan ini dinyatakan Eko sebagai salah satu bentuk pengawasan grup perusahaan agar ke depannya semakin baik.

Adapun  kinerja keuangan Berau sampai kuartal keempat tahun 2012 mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1,5 miliar. Angka ini berhasil didapat setelah dilakukan peningkatan volume produksi dan penjualan, di samping adanya langkah-langkah efisiensi biaya.

Sementara itu, sampai 5 bulan pertama tahun 2013, kenaikan volume produksi mencapai 5,3 juta ton. Hal ini mengindikasikan adanya kenaikan 27% pertumbuhan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 lalu. Untuk rata-rata penjualanpun angkanya meningkat menjadi US$ 76-78 (FOB)/ton untuk pasar luar negeri. Angka ini dinyatakan lebih tinggi dari harga perkiraan sebelumnya yang hanya mencapai US$ 60 (FOB)/ton.

“Mulai hari ini kami akan membuka lembaran baru. Banyak tugas yang harus kami selesaikan namun dengan melakukan konsolidasi internal dan memperkuat integrasi atar departemen dan divisi, perseroan akan mampu memperoleh laba sebagaimana yang diharapkan para shareholders maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Eko optimis, yang ditandai dengan adanya kontrak pembelian 90% hasil produksi dengan harga yang baik.  (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)