Raih Laba Bersih Rp132 Miliar, Express Group Bagi Dividen Rp25 Miliar

Perusahaan transportasi, PT Express Transindo Tbk. atau Express Group, mencatatkan laba bersih Rp132 miliar sampai akhir 2013. Angka ini meningkat 67% dari akhir 2012. Sementara, total pendapatan yang berhasil diraih pada 2013 adalah sebesar Rp 687 miliar, naik 32%, dibandingkan total pendapatan di 2012 yang senilai Rp521 miliar. Jumlah laba kotor meningkat 33% dan jumlah laba sebelum pajak meningkat 63%.

“Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) juga diputuskan bahwa Express Group membagikan dividen sebesar Rp25 miliar, atau 20% dari total laba bersih di 2013,” ungkap Daniel Podiman, Presiden Direktur Express Group.

Kinerja Express Group 2013

Menurut Daniel, kenaikan pendapatan dan laba yang cukup signifikan tersebut dipengaruhi oleh penambahan jumlah armada yang bersifat ekspansif dan kinerja perusahaan yang semakin efisien, khususnya dalam menutup biaya-biaya operasional.

“Kontribusi pendapatan terbanyak berasal dari segmen taksi reguler yaitu Taksi Express, yang sebesar 85% (dari keseluruhan pendapatan). Jumlah Taksi Express sendiri sekarang mencapai 10 ribu unit, dan beroperasi di Jadetabek, Medan, Semarang dan Surabaya. Sisanya adalah dari segmen Taksi Premium Tiara Express dan Value Added Transportation (VATB) yang terdiri atas jasa penyewaan kendaraan, limusin, dan bus,” papar David Santoso, Direktur Express Group.

David menerangkan bahwa market share Taksi Express adalah 10,2% secara nasional, sedangkan untuk Jadetabek adalah sudah mendekati 40%. “Kami berharap bahwa kami bisa menjadi yang nomor satu secara market share dalam tiga tahun ke depan,” terang David.

Menyoal jumlah taksi di Indonesia, Express Group merasa bahwa potensi pertumbuhannya masih cukup besar. Misalkan saja di Jakarta, yang memiliki 14 juta penduduk di siang hari (yang mobilitas), dan 10 juta di malam hari, namun taksi yang tersedia hanya 37 ribu taksi. Sementara, di negara tetangga Singapura yang jumlah penduduknya hanya 5,4 juta, tapi sudah mempunyai 45 ribu taksi.

“Maka itu, kami akan terus berekspansi, yakni dengan menambah 2000 unit taksi reguler hingga menjadi lebih dari 12 ribu unit sampai akhir 2014. Jadi ditargetkan bisa mencapai 15 ribu unit di 2015. Jumlah 12 ribu, akan beroperasi sebanyak hampir 70%-nya di Jadetabek, sedangkan sisanya di kota-kota luar itu. Kami kemarin juga sudah mulai masuk Padang, dan nanti armada di sana akan ditambah 100 unit lagi kalau market-nya sudah terbukti bagus,” jelas David.

Pekanbaru, Batam, dan Manado, sebut David, merupakan tiga kota yang saat ini sedang dilakukan studi oleh Express Group apakah nantinya ke depan akan berekspansi ke sana. Tapi hal tersebut tentunya harus mendapat persetujuan dari Pemda setempat.

“Lalu, kami juga sedang ingin menambah armada taksi reguler yang menggunakan mobil MPV di Jadetabek, karena ini akan lebih efisien khususnya saat banjir, karena kan yang mobil sedan biasanya suka tidak bisa jalan (kalau banjir), lalu ini juga bisa untuk angkutan barang. Tapi ini masih harus menunggu izin dari Pemda di masing-masing daerah itu, dan sampai sekarang belum ada izinnya,” ucap David.

Untuk menyukseskan rencana ekspansi sampai 2015 tersebut, Express Group berencana mendapatkan tambahan pendanaan sampai Rp1,5 triliun. “Dengan rincian, untuk menambah sampai 2000 unit di tahun ini diperlukan dana kira-kira sebesar Rp700 miliar. Sedangkan untuk menambah lagi 3000 unit di tahun 2015, sehingga menjadi 15 ribu unit dibutuhkan dana sampai Rp800 miliar. Jadi pendanaan itu 70%-nya akan kami cari dari pendanaan bank, dan sisanya mungkin dari penerbitan obligasi di semester kedua 2014 nanti,” tambah Daniel. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)