Risiko Investasi Negara Berkembang Lebih Rendah

Risiko investasi di negara berkembang terus menurun. Sementara risiko investasi di negara maju kian meningkat seiring krisis global. Hal tersebut seperti dikatakan Michael Tjoajadi, Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia.

Menurutnya, ada tiga indikator yang memperlihatkan bahwa risiko negara maju lebih tinggi dibandingkan negara berkembang. Pertama, saat ini debt to GDP (growth Domestic Product) negara-negara maju semakin tinggi, bahkan rata-rata telah di atas 50%. Bandingkan dengan debt to GDP di negara-negara berkembang yang rata-rata masih di bawah 50%.

Kedua, income growth negara-negara berkembang lebih tinggi dibanding negara-negara maju. Ketiga, transaksi antara sesama negara berkembang saat ini lebih tinggi dibanding transaksi antara negara berkembang dengan negara maju.

“Semakin banyaknya peringkat utang negara-negara maju yang diturunkan menggambarkan kondisi perekonomian mereka yang tidak sehat. Di lain pihak, negara-negara berkembang semakin banyak yang peringkat utangnya dinaikkan,” kata Michael. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)