Saham Electronic City Listing, Dana IPO untuk Buka 30 Toko Baru

Hari ini, Rabu (3/7/2013), PT Electronic City Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana  (listing) di Bursa Efek Indonesia. Saham yang dilepaskan ke publik ada 333.333.000 lembar, atau 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga Rp 4.050 per lembar. Dana yang didapat dari IPO rencananya akan digunakan sebagian besar untuk pengembangan toko.

Jajaran direksi PT Electronic City Indonesia Tbk

“Pencatatan saham Electronic City hari ini merupakan peristiwa yang sangat bersejarah, sekaligus menjadi tantangan baru untuk kami,” terang Ingrid Pribadi, Direktur Utama PT Electronic City Indonesia Tbk, di Bursa Efek Indonesia.

PT Electronic City Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di industri retail elektronik modern. ECII, begitu ticker bursanya, adalah 100 persen perusahaan Indonesia. Perusahaan tercatat sebagai emiten yang ke-18 pada tahun ini, dan emiten ke-473 yang terdaftar di BEI secara keseluruhan.

Di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak, perseroan tetap melakukan IPO. Iman Hilmansah, Direktur PT Danareksa Sekuritas, selaku penjamin pelaksanaan emisi efek, mengatakan, “Kami lihat emitennya sangat yakin company ini akan membawa prospek ke depan yang lebih bagus."

Ia pun menyebutkan, sektor elektronik merupakan sektor yang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia. Karena itu, disebutkan dia, penawaran saham Electronic City Indonesia pun mengalami kelebihan permintaan. Tetapi, Iman tidak menjelaskan detail dari kelebihan permintaan tersebut. Ia hanya mengatakan, komposisi asing dalam permintaan ada sekitar 70 persen.

Selain itu, perseroan juga akan melaksanakan program Employee Stock Allocation dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 2 persen dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan, atau sebanyak-banyaknya sebesar 6.666.500 saham. ECII juga akan menerbitkan opsi saham untuk MSOP sebanyak-banyaknya 1 persen dari jumlah keseluruhan saham yang akan diterbitkan dan ditempatkan, atau sebanyak-banyak 13.333.000 saham.

Dana tunai yang berhasil didapatkan perusahaan dari keseluruhan jumlah saham yang dilepas sekitar Rp 1,3 triliun. Perusahaan pun membagi, yakni sebanyak 12 persen akan dipakai untuk melunasi pinjaman bank. Dan sebagian besar, yaitu 88 persen, akan digunakan pengembangan bisnis dan modal kerja.

Dari angka 88 persen tersebut, sekitar 85 persennya akan digunakan untuk pengembangan toko perusahaan, termasuk akuisisi lahan untuk toko baru, pembangunan untuk pengembangan EC Store yang sudah ada, fit out toko baru, dan renovasi toko yang sudah berdiri. Sedangkan sisanya (15 persen) untuk membiayai modal kerja, seperti untuk pembelian persediaan dan belanja modal untuk sistem TI.

Dalam kesempatan yang sama, Fery Wiraatmadja, Direktur Komersil & Investor Relation PT Electronic City Indonesia Tbk, menyebutkan,  perusahaan menargetkan melakukan penambahan sebanyak 30 toko di tahun ini. Sedangkan, toko yang sudah berdiri hingga saat ini ada 41 toko, di mana 25 toko dengan merek Electronic City dan 16 toko dengan merek Electronic City Outlet. “Tahun ini kami sudah buka 18 toko dari target 30 toko sampai akhir tahun ini," papar Fery.

Di bulan ini, rencananya, perusahaan akan merealisasikan tiga toko lagi. Sehingga dengan itu akan ada 21 toko dari target 30 toko."Sebanyak 9 toko lagi dalam proses legal dan fitting out," tambahnya.

Ketika ditanya target pendapatan perusahaan di tahun ini, Fery lantas menjawab, "Secara pertumbuhan cukup signifikan, kalau dilihat dari pertumbuhan jumlah toko, kami tahun lalu mempunyai 23 toko, dan kami menambah 30 toko di tahun ini, berarti minimum angka (pertumbuhan) kami adalah 50 persen dibandingkan tahun lalu." Untuk diketahui, pendapatan perseroan di tahun 2012 tercatat sebesar Rp 1,43 triliun. Dan sepanjang 2010-2012, pendapatan perusahaan tumbuh (CAGR) sebesar 32 persen. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)