Strategi Solusi Tunas Pratama Dongkrak Penjualan 59%

Nobel Tanihaha, Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk, menyampaikan bahwa pada tahun 2013 merupakan rekor bagi STP. “Pendapatan kami pada tahun 2013 dibukukan pada Rp 840 miliar,” ujar Nobel. Nilai tersebut bertumbuh sebesar 59% dari tahun 2012.

20140522_122715

“Saya ingin menyampaikan bahwa selama 8 tahun ini STP sudah berhasil memiliki nilai kapitalisasi  sebesar Rp 6,47 triliun” tambah Nobel.  EBITDA tahun 2013 adalah Rp 693 miliar, bertumbuh 57% dari tahun sebelumnya, serta margin dari EBITDA adalah sebesar 82,51%.

STP juga mengalami peningkatan dari jumlah menara, “Kami memiliki 3348 telekomunikasi sites dengan rasio penyewaan sebanyak 1,7x,” sambung Nobel. Dari segi karyawan, STP sekarang memiliki 294 karyawan, dan memiliki sekitar 2073 km fiber optic. “Ini yang merupakan sisi utama yang membedakan STP dengan perusahaan-perusahaan tower lainnya,” ujar Nobel.

Nobel melanjutkan, selama 3 tahun terakhir STP berhasil menggandakan jumlah towernya. “Meskipun penambahan tower begitu pesat tapi kami berhasil meningkatkan tenansi rasio itu berarti menghasilkan tenansi lebih cepat daripada penambahan jumlah tower, maka dari itu pada tahun 2013 tenansi rasio kita naik dari 1,62 menjadi 1,68,” lanjut Nobel.

Nobel juga menjelaskan bahwa tower-tower STP sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek (48,3%). “Kami memang secara strategis merencakanan untuk memiliki tower dengan jumlah yang besar di Jakarta,” kata Nobel.

Lalu, target dari pembangunan LTE adalah di 5 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya,  Bandung, Medan, dan Bogor. Fiber optic terbanyak tertanam di Jakarta, yaitu sejumlah 1046.

Setelah itu, Juliawati Gunawan, Direktur PT Solusi Tunas Pratama Tbk, mengatakan bahwa kontribusi terbesar dari operator-operator telekomunikasi. “XL merupakan customer kita dengan kontribusi paling tinggi sebesar 21,1%,” ujarnya.

Juliawati melanjutkan, laba komperhensif di tahun 2013 juga mencatat peningkatan yang sangat signifikan, yaitu mencatatkan angka Rp 287 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp 173 miliar.

Dari sisi rasio, Juliawati melanjutkan, semua rasio keuangan sampai tahun 2013 ada di posisi yang sehat. Rasio lancar ada di 2,44x, rasio pinjaman bersih terhadap equitas ada di 0,98x, pinjaman bersih terhadap jumlah aset 0,36x, pinjaman bersih terhadap last quarter dan last EBITDA ada di 2,87x. “Saat ini kami berhasil mempertahankan rasio dan kinerja keuangan yang sehat” tambah Juliawati.

STP juga membeberkan strategi mereka untuk menunjang kualitas, yaitu meningkatkan penyewaan di portofolio menara telekomunikasi, melanjutkan ekspansi terutama di kawasan padat penduduk, memperluas jaringan serat optik dan meningkatkan in-bulding solution secara selektif, membangun dengan keuntungan sebagai first mover, dan menangkap peluang akuisisi aset menara telekomunikasi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)