Tawaran Investasi di Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort

.

Kawasan puncak tetap menjadi daerah tujuan wisata bagi masyarakat Jabodetabek. Meskipun jumlah hotel bertebaran, tapi jumlah hotel bintang dan kondotel bisa dihitung dengan jari. Hal inilah yang menjadi daya tarik PT Indra Megah Makmur (IMM) untuk membangun hotel bintang 4 dikawasan Ciloto Puncak,  Jawa Barat.

Indra Megah Indra Hidayat, Komisaris PT Indra Megah Makmur (kedua dari kiri) saat ground breaking dimulainya pembangunan Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort

PT IMM telah menandatangi kontrak kerjasama dengan Archipelago International sebagai chain hotel management dalam pengembangan proyek perdana propertinya yaitu Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) pertumbuhan jumlah wisatawan ke kawasan Puncak meningkat sebesar rata-rata 3,9% per tahun yakni sebanyak 1.102.608 orang pada 2014 dan 1.335.443 orang pada 2015. Dengan pertumbuhan yang sama maka diperkirakan terdapat 1,74 juta wisatawan pada 2016.

Saat ini di Puncak hanya terdapat sekitar 24 hotel dengan total 1.825 kamar, dan tentunya jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan wisatawan. Peluang inilah yang menjadi salah satu latar belakang kami untuk membangun sebuah hotel yang menawarkan layanan berkualitas.

Rencananya, pembangunan Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort yang menelan investasi sebesar Rp 180 miliar akan memakan waktu selama 2 tahun dan rencananya akan mulai soft-opening pada Desember 2019. ”Prosesi ground breaking ini sebagai wujud komitmen PT IMM pada konsumen,” ujar Nicholas Soemitro Hidayat, Chief Executive Officer PT IMM.

Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort dibangun di atas lahan seluas 1,24 ha, yang menawarkan view Gunung Gede-Pangrango. Rencananya akan dibangun 186 kamar dan 9 unit villa. Dari 186 kamar developer melepas hanya 100 unit yang diperuntukan bagi investor dengan harga Rp 1,5 - Rp1,7 miliar dan ukuran kamar 37.5 m2. Sedangkan harga villanya sekitar Rp 5 miliar-6 miliar/unit.

Fritz Bonar Panggabean, Chief Marketing Officer PT IMM,  menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort disebabkan oleh nama baik Aston selaku operator hotel, lokasi kondotel yang memiliki view perbukitan pinus, desain arsitektur yang simple tapi berkelas serta juga cara bayar yang ringan.

Ditambahkan Nicholas, perusahaan menawarkan nilai 20% jaminan return of investment  (ROI) pada dua tahun pertama, serta 65% berbagi keuntungan mulai tahun ketiga dan seterusnya. Apalagi nilai  ROI dan passive income dari kondotel sangat menarik karena investor akan terhindar dari biaya servis, listrik, dan air.

Menurut Zitta Hanna, Business Development Manager Archipelago International, Aston Ciloto Puncak Hotel and Resort akan menjadi properti pilihan yang menguntungkan sebab pasokan hotel berbintang di daerah Puncak masih rendah. "Aston Sentul Lake Resort dan Aston Bogor yang berada dalam pengelolaan kami memiliki tingkat hunian sekitar 80% pada tahun lalu (2016). Kami yakin Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort akan memiliki kinerja yang baik," kata Zitta.

Archipelago International merupakan operator hotel kelas internasional yang besar di Asia Tenggara dan operator kondotel terbesar di Indonesia. Saat ini Archipelago International mengelola 200 hotel, mulai dari budgethotel “favehotel”, hotel bintang 3 (Neo dan Quest), bintang 4 (Aston, Alana, Kamuela dan Harper) hingga bintang 5 (Grand Aston, Royal Alana dan Royal Kamuela).

Darandono

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)