Ternyata Bukan Cuma Pacar yang Bisa Ghosting, Uang pun Bisa

Ilustrasi uang tunai. (dok Kominfo)

Pernah tidak merasakan kehilangan seseorang tanpa ada kabar dan informasi yang jelas. Tiba-tiba menghilang bagaikan seperti debu yang tertiup angin. Sebenarnya, fenomena ini sudah ada sejak zaman kakek nenek, namun akhir – akhir ini keadaan tersebut menjadi viral dengan istilah “ghosting”.  

Istilah ini diibaratkan seperti hantu yang tiba-tiba muncul dan menghilang dari hadapanmu. Biasanya “ghosting” dipakai untuk menyebut seseorang yang berhubungan dekat seperti suami, istri, pacar, atau sahabat yang mendadak pergi begitu saja tanpa kejelasan. Ternyata, fenomena “ghosting” ini tidak hanya berlaku untuk orang saja, bisa juga berlaku untuk keuangan, lho, tidak percaya?!

Mari analisa penyebab uang tiba-tiba hilang. Tentu hilangnya uang bukan karena dicuri oleh tuyul atau makhluk gaib lainnya. Uangmu bisa pergi entah kemana karena adanya kesalahan pengaturan dan habbit atau kebiasaan dalam merencanakan pengeluaran setiap bulannya. 

Ada sebuah ilustrasi sederhana untuk menjelaskan konsep “ghosting” dalam keuangan. Jika diibaratkan air adalah uang, pendapatan adalah keran, dan ember adalah rencana keuangan. Maka, suatu ketika kamu membuka keran dan berniat menaruh ember untuk menampung air, tetapi ember tersebut tidak pernah penuh. Ternyata, terdapat lubang pada ember yang tidak disadari dapat membuat air terus mengalir. 

Begitu pula dengan keuanganmu. Ketika kamu mendapatkan gaji atau penghasilan, tetapi tidak menyusun rencana keuangan yang baik dapat menyebabkan terjadi kebocoran pada arus kas yang tidak terdeteksi. Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi? Di bawah ini merupakan penyebab – penyebab uangmu “ghosting” menurut Perencana Keuangan Finansialku, Juan Mahir Muhammad, CFP®.

  1. Tidak memiliki pencatatan arus kas yang detail

Ini adalah langkah dasar agar keuangan kamu tidak “ghosting” entah kemana. Mungkin kamu sudah memiliki pencatatan untuk setiap pengeluaran setiap bulannya, tapi apakah sudah cukup detail? 

Biasanya pencatatan yang terlewatkan adalah untuk sesuatu hal-hal yang sepele dan tidak muncul setiap bulan. Contohnya, memberi hadiah kepada teman, biaya hangout, membeli makanan atau minuman melalui aplikasi online. Hal ini mungkin tidak kamu sadari karena nominalnya terbilang kecil mungkin hanya puluhan ribu. Tetapi, jika dikalikan 10x dalam sebulan hasilnya bisa ratusan ribu atau mungkin bisa sampai jutaan

  • Tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas

Dalam setiap siklus kehidupan, tujuan adalah faktor penting yang membuat kehidupan lebih terarah. Coba bayangkan saat sedang berpergian di akhir pekan bersama keluarga, namun pada saat di perjalanan masih belum mengetahui tempat yang akan dituju. Pasti kamu akan mengalami kebingungan arah dan memakan waktu lebih lama untuk sampai tempat tujuan. Sama halnya dengan menentukan tujuan keuangan. Hal ini berfungsi agar kita bisa menentukan tujuan keuangan dan menjaga komitmen atas tujuan ini. Dengan begitu “ghosting” keuangan tidak akan terjadi. 

  • FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO adalah istilah dimana seseorang takut ketinggalan tren atau ingin selalu terlihat kekinian. Namun, FOMO ini biasanya tidak diikuti dengan ilmu ataupun pengetahuan yang memadai sehingga menjadikan banyak orang hanya ikut-ikutan. Ketika melihat teman – teman makan di restoran mahal dan “instagramable” langsung diikuti. Padahal budget tidak cukup tetapi demi  tidak ketinggalan jaman maka dipaksakan untuk makan disana. Contoh lainnya sering ditemui di media sosial. Misalnya, banyak unggahan tentang keuntungan dari saham tertentu lantas kamu langsung membelinya tanpa mengetahui ilmu dan tujuannya. Kondisi ini sebenarnya cukup bahaya karena pada saat nilai saham itu sedang turun kamu tidak siap dan kamu sendiri yang merugi. Maka dari itu, sebisa mungkin hilangkan kebiasaan FOMO ini karena kamu akan senantiasa merasa insecure.

Semua hal diatas bisa terjadi kepada siapa saja, namun kita juga bisa menghindari hal tersebut dengan melakukan perencanaan keuangan yang terstuktur dan sistemik sebelum uang kita “ghosting”. (Mutiara Ramadhanti/ Grace)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)