Kenapa Perempuan Harus Belajar Berinvestasi?

"Kapan seseorang, atau dalam konteks ini perempuan, harus mulai berinvestasi? Segera saat dia memiliki modal," ujar Safir Senduk, Perencana Keuangan. Selain itu,Safir juga menyampaikan bahwa belajar investasi bagi pemula seperti belajar berenang, seseorang harus berani mencoba agar tahu rasanya masuk ke dalam air dan meluncur. Dalam sesi sharingnya pada acara Bincang Ramadhan bersama PP Properti (15/6) bertajuk "Investasi dan Perempuan dalam Islam", dia menyampaikan bahwa bagi pemula disarankan dulu untuk mencoba pengalaman investasi dengan resiko yang kecil. "Intinya bagi yang belum pernah mencoba, harus berani. Seperti berenang, seorang anak harus mau basah dan nyemplung dulu ke air meskipun dangkal. Kalau tidak mencoba, sampai kapan pun tidak akan pernah bisa. Coba dengan angka yang kecil dulu. Agar resikonya bisa lebih mudah dikelola," ujar Safir

Kenapa Harus Berinvestasi

Dalam sesi sharing tersebut, dia menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam mengatur keuangan keluarga. Demikian, karena dalam tatanan keluarga di Indonesia secara umum, suami sebagai pencari nafkah biasanya enggan berperan sebagai pengatur nafkah juga. "Oleh karena itu penting bagi perempuan supaya mampu mengontrol kondisi keuangan, memahami trik-trik mengatur pengeluaran, dan belajar berinvestasi," tutur Safir.

Lalu kenapa perempuan harus belajar berinvestasi?

1. Kita harus menjadi kaya secara materi. "Bukan berarti harus memiliki barang-barang mewah dan megah seperti di sinetron," ujarnya. Ya, kaya secara materi di sini bukan berarti supaya kita bisa berlebih-lebihan dengan harta kita, tetapi saat kita membutuhkan uang untuk sebuah keperluan, kita bisa mencukupinya, tidak kurang.

2. Untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa depan. "Misalnya kita ingin menyekolahkan anak kita nanti di universitas ternama, atau kita ingin membeli rumah kedua," Safir menjelaskan. Investasi mungkin tidak langsung memberikan profit besar di awal, tetapi seseorang bisa mengatur kapan keuntungan bisa diraih dengan memahami prinsip-prinsip investasi.

Salah satu prinsip dasar yang harus dipahami adalah jenis pendapatan dalam berinvestasi. Pendapatan dalam berinvestasi ada 2 jenis, pendapatan tetap dan pendapatan bertumbuh. Contoh dari jenis investasi yang memberikan pendapatan tetap adalah saat kita membeli unit apartemen untuk kita sewakan, maka hasil sewa perbulannya itu disebut sebagai pendapatan tetap. Sedangkan pendapatan bertumbuh adalah naiknya harga barang. Misalnya harga satu gram emas naik menjadi Rp 600.000, padahal setahun sebelumnya kita beli dengan harga Rp 500.000. Selisih harga tersebut adalah bentuk pendapatan bertumbuh. "Mana yang bisa memberikan hasil lebih besar? pendapatan bertumbuh. Namun resikonya juga besar karena bisa saja harga barangnya tumbuh negatif. Pendapatan tetap mungkin memberikan hasil lebih sedikit tetapi stabil dan resikonya juga lebih rendah," ujar Safir. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)