Transaksi Saham Investor Asing BEI Turun ke Rp 15,44 Triliun

Sepanjang tahun 2012 terjadi aliran masuk dana asing (nett inflow of foreign capital) melalui transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 15,44 triliun. Angka ini menurun dibandingkan total transaksi yang dilakukan investor asing di 2011 yang mencapai Rp 25,67 triliun.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito, mengatakan, sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat (AS) dan Eropa di sepanjang tahun ini telah memengaruhi investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“Di tengah ketidakpastian global, mata uang US$ masih menjadi aset yang paling aman (safe haven) bagi investor asing,” kata Ito.

Ito menjelaskan, sepanjang 2012 total transaksi di BEI (per 27 Desember) mencapai Rp 1.111,14 trilun. Angka ini juga mengalami penurunan sebesar 10,11% dari total nilai transaksi saham sepanjang 2011 yang sebesar Rp 1.223,44 triliun.

“Demikian juga nilai transaksi rata-rata harian mengalami penurunan dari Rp 4,95 triliun per hari pada tahun 2011, menjadi Rp 4,55 triliun per hari pada tahun 2012,” ujarnya.

Meski jika dilihat dari transaksi harian mengalami penurunan, namun berdasarkan catatan BEI total nilai kapitalisasi saham sepanjang 2012 telah mengalami peningkatan sebesar 15,96%. Dari Rp 3.537,29 triliun pada akhir 2011 menjadi Rp 4.092,23 triliun pada akhir perdagangan 27 Desember 2012.

Ke depan, BEI akan terus menjaring investor lebih banyak lagi, terutama di level menengah. Ia mengatakan, di Indonesia ini hanya ada 271 ribu rekening yang memiliki simpanan 500 juta ke atas. Sedangkan rekening yang terdaftar di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah 360 ribu rekening. “Artinya sebagian dari rekening yang terdaftar di KSEI merupakan simpanan Rp 500 juta ke bawah. Kelas menengah sudah mulai masuk, bahkan banyak juga mahasiswa yang bermain saham,” tambah Ito. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)